Refleksi Sumpah Pemuda 28 Oktober Semangat Berjuang dan Melawan Sistem Neoliberal

Sumpah pemuda merupakan suatu peristiwa yang otentik dalam perjuangan melawan rezim kolonialisme belanda yang liberal. Pada saat itu pemuda mengintegrasikan dirinya dengan melepaskan semangat primordial yang berwatak sektarianisme ,maka mereka mencoba mendeklarasikan sumpah pemuda tada 28 oktober 1928.

Waktu selalu mengingatkan kita bangsa Indonesia 28 oktober 2017 merupakan  suatu momentum  sejarah perjuangan pemuda menuju kemerdekaan Indonesia , pergerakan yang memulai dari tahun 1908-1928 dibangun sering dilumpuhkan oleh kolonialisme dengan menggunakan cara-cara represif dan devide et impera alias adu domba namun semangat kaum muda selalu menghidupi jiwa ,raga di dalam dada pemuda itu akhirnya bisa tercipta rasa kebangsaan .

Di tengah-tengah perjuangan kaum muda itu mereka selalau menggelorakan slogan merdeka atau mati semangat mereka selalu bergelora dalam hidup mereka hanyalah menghusir kolonialisme , kedatangan bangsa –bangsa asing di nusantara pertama merebut sumberdaya alam ,memperluas wilayah dan menyebarkan agama dengan menggunakan semboyan Gold, Glori dan Gospel di setiap fase sejarah telah menunjukan bahwa Neoliberal adalah bagian dari penjajahan lama diganti yang baru .

Sejarah dunia sudah mencatat bahwa revolusi selalu dibangun tidak terlepas dari peran pemuda misalnya kita melirik di Fhilipina Emanual lacab yang berhasil menggulingkan kediktatoran Marcos pada tahun 1970-an. Memperjuangkan demokrasi di negaranya. kiranya semangat kaum muda tepat untuk menggambarkan semangat kaum muda saat ini. Perjuangan bagi transformasi bisa terwujud apabila kita bisa hidup di tengah-tengah massa rakyat,hidup dan berjuang bersama mereka.

Gerakan mahasiswa saat ini di Indonesia belum tercipta dalam satu platform perjuangan melawan sistem Neo-liberalisme dan imperialisme sehingga masalah di dalam Gerakan saat ini masih jauh dari rasa nasionalisme dalam rangka mendorong cita-cita revolusi 17 Agustus 1945 ,sebetulnya jika kita menduduki melihat problematika yang terjadi degradasi bangsa mulai dari aspek politik, ekonomi, sosial hingga budaya adalah akar persoalannya imperialisme yang melalui deregulasi, privatisasi dan swastanisasi

Gerakan mahasiswa melewati beberapa fase sejarah dalam  masa-masa sulit karena pergerakan yang masih primordial hingga keadaan pergerakan selalu di lumpuhkan akan tetapi pelajar –pelajar Indonesia yang melakukan konsolidasi gerakan dan menghadirkan para pemuda di berbagai daerah mulai Jong Java, Jong Celebes, Jong Minahasa pada saat itu berhasil dan membangun platform persatuan Indonesia muda yang mempertajam konsentrasi melawan kolonialisme , rasa nasionalisme pada pemudalah mereka berhasil melaksanakan kongres pemuda .

Gerakan Mahasiswa sekarang harus menemukan platform perjuangan untuk meluaskan kampanye sentimen anti neo liberalisme dalam berbagai sektor khususnya dunia pendidikan yang mengalami komersialisasi.

Jumadil.S.Kacili   bendahara Umum LMND Nasional 

Editor : Bung Pram    

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*