Revolusi Mulai Dengan Gaya Hidup Sehat

Hai saudaraku sebangsa dan setanah air yang baik, saya tidak memiliki cukup banyak tulisan untuk menulis tentang organisasi. Hanya bisa menulis lagi untuk tidak memiliki satu kemenangan melawan Sefia feodal dan melawan organisasi politik karena tidak ada satu negara kapitalis yang tertangkap tanpa perlawanan keras kepala. Ada kehidupan yang hidup antara berbagai kelas masyarakat kapitalis.

Kejeniusan analisa itu didasarkan pada basis demokratis dan digarisbawahi hal itu ada berasal dari hasil yang dunia ini ajarkan menunjukkan secara konsisten, Hasilnya adalah teori perjuangan kelas yang menciptakan sejarah Revolusi dunia mengajarkan kita bahwa rakyat yaitu kelas pekerja yang siap mengalahkan para pemilik modal itu hanya dapat dikalahkan oleh sebuah revolusi yang didasarkan pada kekuatan barisan sadar karena tidak ada contoh pemilik modal yang damai atau pemilik modal yang telah memantapkan dirinya dalam kekuasaan dan telah meninggalkan jaringan dihadapan kelas kaya pekerja. Mereka hanya membangun kekuatannya sendiri untuk menghancurkannya lagi, kita harus lebih revolusioner ketimbang mereka para pemilik modal.

Nah jika revolusioner ini diharapkan bisa bangkit dan menggulingkan status quo, maka mereka juga diharapkan bisa menjalani kehidupan yang sehat dan aktif.

Tidak hanya memberikan pengaruh positif pada masalah mental seperti kegelisahan dan depresi, ini juga membantu anda memerangi penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup barat yang nyaman.

Kami juga meminta agar orang tidak menganggap ini sebagai serangan terhadap orang-orang yang kelebihan berat badan atau tidak mampu lagi, kami mendukung Anda, namun kami mohon Anda untuk mencoba dan memperbaiki situasi dan gaya hidup Anda!

Dan kami mengerti bahwa ada orang-orang yang memiliki penyakit dan kondisi yang mungkin berarti mereka tidak dapat aktif, kami tetap mendukung Anda, tapi selebihnya kami mohon agar Anda lebih baik! Mari kita bersama-sama menghancurkan citra mahasiswa revolusioner yang kelebihan berat badan bersama.

Ade Kowareono

Dep. Advokasi Hukum & HAM

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*