LMND Bau-bau Gelar Aksi Parlemen Jalanan Dalam Merespon Kenaikan Harga Kebutuhan Dasar Rakyat

LMND.or.id,Buton- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi demonstrasi(22/1/2018). Aksi ini sebagai respon organisasi terhadap Kenaikan Harga Kebutuhan Dasar. Massa aksi mulai berkumpul di stadion Betoambari dan bergerak ke titik aksi DPRD Bau-bau pada pukul 10.30 WITA.

Dalam orasinya Rahman Wahab Suailo menegaskan bahwa kebijakan pemerintah akhir-akhir ini soal pangan justru mendapat penolakan dari Rakyat kecil yang disebabkan lantaran Pemerintah menaikan harga kebutuhan pokok. Kenaikan harga kebutuhan pokok ini disebabkan oleh haluan ekonomi neoliberal yang bertentangan dengan slogan Trisakti dan Nawacita Jokowi – JK.

Selama Tiga Tahun memimpin Bangsa Indonesia pemerintahan ini sudah menerapkan berbagai macam kebijakan ekonomi liberal seperti pencabutan subsidi (BBM, Listrik, Gas LPJ), Kebijakan impor (daging, beras, kedelai), pemaksaan pemungutan Pajak yang tidak berkeadilan yang menyebabkan Rakyat semakin tertindas. Pencabutan Subsidi BBM terjadi diawal Pemerintahan Jokowi-JK dimana harga premium disesuaikan dengan harga minyak dunia dengan dalih membebani APBN. Selain BBM Pemerintah juga mencabut subsidi listrik dimana masyarkat pelanggan listrik golongan 900 (VA) yang harus merogoh kantong lebih disebabkan kenaikan seiring pencabutan subsidi listrik yang berlaku bertahap serta pencabutan subsidi gas LPG 3 kilogram akan disamakan harganya dengan 12 kilogram akan semakin membuat rakyat menengah kebawah sengsara. Kebijakan pencabutan subsidi Rakyat bertentangan dengan cita-cita Nawacita. Kebijakan ekonomi ini justru menguntungkan kalangan pemodal serta merugikan rakyat kecil yang menyebabkan jurang ketimpangan sosial semakin melebar antara yang kaya dan yang miskin ujarnya.

Lebih Lanjut rahman menuturkan Kebijakan Pemerintah dalam menaikan harga kebutuhan pokok ditengah-tengah daya beli rakyat menurun serta semakin banyaknya pengangguran menambah beban bagi rakyat. Kebijakan impor beras sebanyak 500 ribu ton kepada negara Vietnam dan Thailand memunculkan situasi paradoks dimana akhir bulan januari sampai maret para petani akan sampai pada masa panen serta ketersediaan beras dibulog untuk beberapa bulan kedepan masih bisa mencukupi kebutuhan rakyat. Kebijakan importir ini kontradiktif dengan semangat swasembada pangan serta merugikan para petani yang memasuki masa panen dimana beras impor ini akan membanjiri pasar-pasar di Indonesia sehingga harga jual gabah petani akan turun. Disatu sisi harga beras dan kebutuhan pokok lainnya sekarang mengalami peningkatan ketika daya beli rakyat menurun sebagai bentuk kebijakan pro pasar dan menguntungkan para tengkulak. Selain beras pemerintah juga mengimpor kebutuhan lain seperti daging, susu, kedelai, buah-buahan, bakalan sapi yang hanya menguntungkan para tengkulak dalam memainkan harga dipasaran. Kebijakan impor ini memberikan ruang kepada swasta untuk menguasai pasokan serta distribusi. Negara harus mengontrol dan mandiri serta tidak boleh tunduk pada kartel-kartel yang hanya mementingkan kehidupan pribadi dan kelompoknya. Aksi inipun sebagai pra kondisi menuju parade Menangkan pancasila yang akan serentak dilaksanakan pada tanggal 28 januari 2018 dalam merespon kenaikan harga kebutuhan dasar rakyat.

Setelah berorasi, massa aksipun diterima oleh struktur pimpinan DPRD dan akan segera membentuk rapat komisi dengan pemerintah  serta akan mengundang LMND sebagai organisasi yang menyuarakan kenaikan harga kebutuhan dasar ini.

Sebelum membubarkan diri massa aksi membacakan pernyataan sikap dan aksipun ditutup dengan menyanyikan lagu Darah Juang.

Editor : Bung Pram

 

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*