Aliansi BAKAR Makassar Menggelar Aksi Dalam Merespon Momentum Sumpah Pemuda

LMND.or.id; 120 Massa aksi mahasiswa makassar yang tergabung dalam Aliansi BAKAR (Barisan Aktivis Keamanan Rakyat). Organisasi yang tergabung yaitu LMND, GRD, PPM SULSEL, IMM Makassar Timur, GMNI melakukan aksi demonstrasi dalam merespon hari sumpah pemuda ke 90. Adapun Grand issue yang diangkat “Ganti Haluan Ekonomi, Stabilitaskan Negara dan Wujudkan Pendidikan yang memanusiakan-manusia.

Massa aksi berkumpul didepan mesjid agung 45 Jl. Urip Sumohardjo. Massa aksi berjalan menuju titik aksi (Fly Over) pukul 14.20 WITA. Nyanyian perjuangan dipekikkan sepanjang perjalanan. Pukul 14.45 WITA massa tiba dititik aksi (fly over)

Dalam orasinya Wakil Jendral lapangan Muh. Ikra (LMND) dalam orasinya mengatakan bahwa rezim Jokowi-JK tidak lagi menjalankan pemerintahan sesuai amanah  dan prinsip dari PANCASILA dan UUD 1945. Misalnya  bidang ekonomi yang seharusnya ekonomi kita berlandaskan PASAL 33 UUD 1945 sebagai fondasi Ekonomi kita justru semakin liberal dan kapitalistik. Dalam amanah  pasal 33 ayat 3 cukup jelas bahwa bumi, air, udara dan seluruh kekayaan alam yang terkandung didalamnya harus dikuasai oleh negara dan di peruntukkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Tetapi secara realitas rezim jokowi-JK melenceng dari semua itu, malahan mereka menegakkan ekonomi kita ke arah neoliberalisme, makanya kami dari ALIANSI BAKAR( BARISAN AKTIVIS KEAMANAN RAKYAT) Menuntut kepada rezim jokowi-Jk untuk mengganti haluan ekonomi dari ekonomi neoliberalisme ke ekonomi pancasila dengan berlandaskan pasal 33 UUD 1945.

Situasi sempat memanas antara massa aksi dengan aparat keamanan ketika salah satu massa aksi melakukan pembakaran ban bekas. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama karena api cepat dipadamkan oleh aparat kepolisian dan massa aksi bergerak mundur ke bahu jalan.

Aksi kembali dilanjutkan dengan penjagaan kepolisian yang lebih ketat. Situasi kembali memanas ketika pihak kepolisian membuat pagar betis dan menghalangi spanduk massa aksi, Berubah kondusif ketika massa aksi melakukan negosiasi dengan kesepakatan aparat mundur dan massa aksi tertib dalam berdemonstrasi.

Setelah itu, Aksi kembali memanas ketika salah satu massa aksi bernama akar (GMNI) ingin memberhentikan mobil truk. Terjadi kerusuhan sehingga aparat melakukan penangkapan terhadap akar yang disertai dengan kekerasan brutal. Situasi tak kunjung kondusif karena massa aksi menuntut pembebasan. Kemudian massa aksi kembali membakar ban bekas karena Tak mendapat kejelasan dari pihak kepolisian. Aksi kembali direpresif dan terjadi kerusuhan.

Dari kerusuhan tersebut 6 orang massa aksi kembali ditangkap disertai dengan kekerasan brutal. 3 orang dari GRD (Rifan, bayu dan faleri) dan 2 orang dari LMND (Indra & Syahrul) serta IMM (Hidayat Jabari). Massa aksi yang lainnya kocar-kacir dan berkumpul kembali. Ketua PPM Sulsel (Akbar) mengajak ketua2 Organ yang tergabung dalam aliansi BAKAR untuk melakukan komunikasi terhadap pihak kepolisian. Tetapi terjadi pencegahan dengan sikap emosional yang tinggi oleh oknum intel yang lalu memukul akbar dibagian bibir. Sehingga akbar terjatuh dan bibirnya robek. Setelah itu ketua-ketua Organ tetap memaksa untuk bertemu dengan kawan-kawan massa aksi yang tertahan di kantor Polantas Fly over. Ketika disana massa aksi yang tertahan sudah dibawa pergi menuju POLRESTABES Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Akibat kebrutalan oknum kepolisian kawan indra dan syahrul 2 anggota LMND yang tertangkap menceritakan tindakan pihak kepolisian dalam proses penangkapan. Dalam cerita kawan indra sebelum ditangkap, bahwa ia mendapatkan pukulan sebanyak dua kali dibagian wajah dari oknum intel. Kemudian ketika dia terjatuh, beberapa oknum sabara memberikan pukulan & tendangan bertubi serta diseret diatas aspal panas sejauh 20 meter. Akibat itu, sampai saat ini kawan indra masig menderita kesakitan disekujur tubuhnya. Tetapi yang parah dibagian hidung. Sementara cerita dari kawan syahrul tidak berbeda jauh. Dia bercerita, proses penangkapan bahwa ketika terjadi kericuhan, ia tidak melarikan diri. Sehingga ditangkap dan menerima pukulan & tendangan bertubi-tubi dari pihak kepolisian. Akibat itu, kawan syahrul yang juga menjabat sebagai ketua komisariat LMND Bosowa merasakan perih dibagian kepala.

Adapun tuntutan massa aksi ALIANSI BAKAR antara lain:

  1. Ganti Haluan Ekonomi yang liberal-Kapitalistik ke haluan ekonomi berlandaskan pada pasal 33 UUD 1945
  2. Wujudkan Stabilitas Negara
  3. Wujudkan pendidikan yang memanusiakan manusia serta dapat diakses oleh seluruh rakyat Indonesia

Fiki Palawa

Editor : Bung Pram

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*