Aliansi GEMPITA Kota Bima Peringati Sumpah Pemuda Dengan Turun Demonstrasi

Gambar massa aksi yang sedang demonstrasi

LMND.or.id,- Puluhan Aktivis yang tergabung dalam aliansi GEMPITA yang terdiri dari LMND dan organisasi Paguyuban Kota Bima menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Bima dan Kantor Walikota pada hari senin (29/10/2018).

Dalam aksi ini mengangkat isu Ganti Haluan Ekonomi Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah, Demokratis. Aksi ini merupakan aksi nasional yang digelorakan oleh Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi di 30 Kab/Kota ujar Abd. Rakes selaku Kordinator aksi.

Dalam orasinya Rakes mengatakan bahwa Haluan ekonomi Indonesia yang liberal ini diawali oleh diterbitkannya undang-undang penanaman modal asing tahun 1967. Di tahun itu juga, pada bulan november, sebuah pertemuan antara perwakilan perusahaan-perusahaan asing raksasa dengan perwakilan pemerintah RI untuk merancang perubahan haluan ekonomi Indonesia diadakan. Dampaknya dari pertemuan itu perusahaan-perusahaan asing mulai masuk ke Indonesia dan menguasai berbagai sektor perekenomian Indonesia, terutama sektor pertambangan. Ketergantungan terhadap asing dan kerentanan ekonomi yang dibangun orde baru terbukti sangat beresiko saat terjadi krisis antara tahun 1997-1998. Mengatasi persoalan ini, International Monetary Funds (IMF) datang dengan rancangan ekonomi berupa liberalisasi besar-besaran di seluruh sektor ekonomi Indonesia. Indikasi dari diterapkannya haluan ekonomi liberal adalah pencabutan subsidi, privatisasi, dan deregulasi yang merupakan elemen pokok dari liberalisasi tersebut sampai sekarang. Untuk itu kami menegaskan bahwa Haluan ekonomi Liberal-Kapitalistik ini harus dirubah dengan haluan ekonomi yang berlandaskan pada pasal 33 UUD 1945.

Dilain sisi, Pendidikan di Indonesia di bawah dikte pasar. Perjanjian multilateral di antara negara-negara anggota WTO telah menetapkan pendidikan sebagai salah satu sektor industi tersier. Produknya berupa jasa pendidikan. Diproduksi untuk diperjualbeikan. Pendidikan dengan demikian telah resmi menjadi komoditi ekonomi untuk mengakumulasi kepentingan kapital serta hanya melahirkan lulusan-lulusan yang akan menjadi pelayan bagi kapital ujar Rakes.

Setelah beberapa lama orasi didepan kantor Walikota Bima dan massa aksipun menutup aksinya dengan membacakan Pernyataan sikapnya sembari diiringi lagu perjuangan.

Dalam aksi ini juga ada insiden pembakaran ban bekas sebagai keprihatinan massa aksi terhadap pemerintahan Jokowi – JK

Editor : Bung Pram

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*