Dinilai Gagal Sejahterakan Rakyat, Bupati Irna Narulita Dituntut Mundur Oleh Sejumlah Mahasiswa

Foto massa aksi sedang demonstrasi di depan kantor bupati kab. Pandeglang

LMND.or.id- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Kosentrasi Mahasiswa Pandeglang (KOMPAN) menggelar demonstrasi dalam peringatan hari jadi ke 145 tahun kabupaten pandeglang di depan kantor DPRD dan tugu jam alun-alun pandeglang. Aliansi KOMPAN ini terdiri dari organisasi (LMND, HMI, KUMANDANG, GMNI).

Dalam orasinya Dede Abduloh selaku Kordinator lapangan mengkritisi kebijakan bupati pandeglang yang gagal dalam mengentaskan kemiskinan. menurutnya banyak kebijakan-kebijakan yang seharusnya diambil oleh pemerintah daerah untuk mendorong adanya peningkatan kesejahteraan rakyat dalam segala sektor. Peningkatan kesejahteraan rakyat seharusnya menjadi prioritas dalam membangun kabupaten pandeglang dengan membuka lapangan pekerjaan sereta menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar bagi rakyat. Persoalan-persoalan mendasar ini berhubungan dengan akses pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan yang belum maksimal dirasakan oleh rakyat.

Selain itu, ketua LMND pandeglang yudistira menuntut bupati pandeglang irna narulita mundur dari jabatannya karena dalam 3 tahun kepemimpinannya Irna gagal mengentaskan kemiskinan, pemberataan pemnbangunan, dan gagal mewujudkan visi dan misi ketia ia berkmpanye.

Angka pengangguran yang sangat tinggi bahkan di banten kab. Pandeglang menjadi urutan pertama, kemudian yudistra mengungkapkan kegagalan pemerintah daerah dalam meningkatkan sumberdaya manusia, pemerintah gagal mewujudkan pendidikan yang bermutu. Terbukti momentum UNBK ditingkat SMP dan SMK  pemerintah kab. Pandeglang tidak mampu menyiapkan komputer sekitar 1000 lebih peserta didik tidak bisa mengikuti UNBK akibat tidak ada komputer, yang sejatinya MTS dan SMP itu tanggung jawab pemerintah daerah, malahan pemerintah lebih mengutamakan fasilitas pribadi dengan membeli mobil dinas baru bupati senilai 1,9 M, ungkap yudistira selaku orator mengatakan jika uang 1,9 M ini dialokasian untuk pembelian komputer generasi bangsa kususnya di kab. Pandeglang tidak akan menemukan kendala dalam proses belajarnya.

Didalam orasinya juga bung Yudi sapaan akrabnya mengungkapkan tidak adanya transfaransi terkait dana bencana sunami, dan pemerintah abai terhadap korban tsunami kususnya nelayan di pandeglang terbukti sampai hari ini nelayan tidak bisa melaut akibat alat produksinya yang rusak, dan pemerintah daerah tidak memberikan solusi tersebut.

Dalam aksi ini sempat terjadi ketegangan dan represifitas antara massa aksi dengan aparat kepolisian yang menyebabkan 4 orang massa aksi terkena pukulan.

Abu Bakar

 

 

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*