Gelar Aksi, LMND Manado Minta Freeport Angkat Kaki Dari Indonesia

Jika Freeport menolak divestasi saham 51 persen, yang dinilai cukup kompromis. Maka Freeport harus angkat kaki dari Indonesia.

Begitu satu diantara tuntutan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulut, pada aksinya di Jalan Boulevard Depan Patung Wolter Mongisidi, Selasa (10/10) pukul 11.40 wita.

Tuntutan LMND lainnya yaitu pemerintah pusat harus tegas dan mengakhiri struktur ekonomi kolonial freeport serta mendorong pembangunan smelter untuk pengolahan serta logam agar tidak ada lagi ekspor konsetrat terus menerus yang merugikan bangsa.

Mendesak Freeport mengakhiri kerusakan ekologi dan sosial yang disebabkan oleh kegiatan pembangunan Freeport yang mencemari tiga sungai besar yaitu Agebagaimana Dihawagon, Ottoman, dan Ajkwa.

Hentikan perlakuan khusus terhadap Freeport dalam pemberian keringanan pajak.

Mendesaj kementerian keuangan, BUMN ESDM agar lebih berpihak pada kepentingan nasional bukan Freeport.

Mendesak Jokowi JK agar menjalankan Trisakti dan Nawacita secara konsekuen.

Ratusan mahasiswa ini turun aksi unuk menyikapi persoalan freeport dari 1967 sampai 2017, selama menduduki Indonesia hanya membawa dampak negatif.

Apalagi mereka menolak divestasi dimana pemerintah menekankan agar supaya saham 51 persen kepada diberikan kepada pemerintah Indonesia.

“Persoalannya Freeport sudah beberapa kali melakukan pembangkangan. Kami melakukan aksi ini, agar supaya pemerintah lebih tegas,” ujar Satriano Pangkey Humas LMND Sulut.

Aksi ini dijaga ketat oleh aparat kepolisian Polresta Manado.

manado.tribunnews.com

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*