Gerakan Mahasiswa akan Kawal Pemerintahan Baru

jokowi dan jkYOGYAKARTA (kabarkota.com) – Sejumlah lembaga mehasiswa bertekad mengawal pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang dilantik, Senin (20/10) lalu. ‪‪Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Yogyakarta, Ardy Syihab mengatakan, untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera, Jokowi-Jusuf Kalla sebagai pemangku kekuasaan harus mampu mewujudkan amanat UUD 1945.

Terutama, Ardy melanjutkan, pasal 33 UUD 1945 sebagai pijakan konstitusional dalam mewujudkan bangsa yang berdaulat dalam poltik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam berbudaya.

Menurutnya, kewajiban rakyat tidak selesai hanya di bilik suara. Dalam mencapai cita-cita bangsa, katanya, rakyat mesti bersatu dan terus mengawal, mengkritisi, dan menagih janji  program serta langkah-langkah pemerintahan baru ini agar tidak melenceng.

“Ini untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur. Mari kawal pemerintahan baru, Tegakkan (kembali) kedaulatan nasional,” jelas Ardy melalui pesan singkat kepada kabarkota.com, Rabu (22/10).

Koordinator Pusat Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI), Sabda M. Holil menambahkan, Jokowi sebagai presiden Indonesia yang baru menjadi harapan baru bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, duet Jokowi-Jusuf Kalla harus memperjuangkan cita-cita rakyat, serta membangun pemerintahan yang bersih sesuai dengan visi dan misi yang dikampanyekan.

“Pemerintah harus mewujudkan programnya menjadi bentuk dan target yang kongkit untuk menyelesaikan persoalan anak negeri,” ungkapnya.

Pihaknya mendorong agar kedepan kebijakan-kebijakan pemerintah lebih pro rakyat, bersih dari korupsi, dapat mengurangi angka kemiskinan, dan meningkatan kualitas SDM. Menurutnya, ke depan Indonesia juga mempunyai tantangan bonus demosgrafi. Untuk itu, ia melanjutkan, presiden baru harus selalu aktif bersama rakyat, menjaga kepentingan nasional, dan kedaulatan rakyat.‬

‪”FL2MI mendorong pemerintahan Jokowi-JK untk menciptakan pemerintahan yang sesuai dengan apa yang disampaikan dalam waktu kampaye, revolusi mental. Ini perlu diterjemahkan dalam kinerja kabinet-kabinet dan program strategis untuk dijadikan pedoman dan konsep Trisakti wilayah politik, ekonomi, budaya, yang kemudian di-apply-kan dalam pemerintahan yang baru,” kata dia.

AHMAD MUSTAQIM.

Sumber: Kabarkota.com, 22 Oktober 2014

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*