Liberalisasi Pendidikan Sumber Kemerosotan nilai Bangsaan

Mencerdaskan kehidupan bangsa, adalah visi dalam dunia pendidikan yang diwarisi oleh para pendiri bangsa. Amanat ini mengandung makna kesejarahan bahwa di era kolonial pendidikan kita hanya diperuntukkan untuk melayani penjajah dan membodohi rakyat Indonesia.

Ketua Umum Liga mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Indah Abdul Razak menyatakan, sudah 72 tahun Indonesia merdeka, tapi apa yang terjadi dalam dunia pendidikan hari ini, semakin jauh dari semangat kemerdekaan, justru pendidikan sekarang semakin mengarah pada model pendidikan yang tunduk pada kepentingan kapital, menciptakan individu-individu bermental buruh.
“Pendidikan yang diwariskan pendiri bangsa adalah pendidikan membangun karakter, Pendidikan yang mengarahkan kita untuk peduli pada harkat dan martabat sebagai bangsa yang merdeka,” jelas Indah pada sambutannya dalam kegiatan Konfrensi Pendidikan Nasional LMND di puncak Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/2/2018)
Dalam kesempatan itu, Indah juga menyentil soal biaya pendidikan yang semakin mahal, serta sering terjadinya pembungkaman terhadap suara-suara kritis mahasiswa.
“Hari ini, pendidikan semakin sulit diakses oleh rakyat, munculnya jurang kesenjangan sosial beriringan dengan biaya pendidikan semakin mahal, akhirnya yang bisa mengenyam pendidikan hanya orang yang berduit saja,” umbar indah
Selain itu, sambung indah, berita-berita soal terjadinya pembungkaman suara kritis mahasiswa telah tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, menurutnya ini adalah salah satu cara-cara otoriterian orde baru yang masih dirawat hingga kini.
“Liberalisasi, privatisasi, otoriter, adalah warisan orde baru yang masih menghantui kita sampai sekarang,” ungkapnya
Indah menegaskan, pergumulan-pergumulan dalam dunia pendidikan hari ini adalah konsekuensi dari konsep pendidikan kapital yang di terapkan dalam sistem pendidikan nasional. Ia menambahkan, neoliberalisme disektor pendidikan tidak akan pernah membuat negara lebih beradab.
“Membangun karakter bangsa yang berwawasan Pancasila adalah syarat agar kita bisa melanjutkan semangat kemerdekaan 1945,” jelas indah.
Perlu diketahui Konferensi Pendidikan Nasional ini dihadiri oleh seluruh anggota LMND yang terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Konferensi pendidikan ini juga selain membahas soal situasi pendidikan nasional, juga membahas sistem pendidikan organisasi untuk mendidik anggota-anggota LMND agar bisa memahami konsep pendidikan yang memanusiakan manusia

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*