LMND Kaltim : PT. Freeport Ancaman Kedaulatan Indonesia

Penolakan Divestasi 51 persen PT. Freeport kepada Pemerintah Indonesia dinilai melemahkan kedaulatan Republik Indonesia. Selain itu penguasaan selama 50 tahun oleh PT.Freeport   dengan tidak di barengi pembangunan smelter menunjukkan lemah nya kepemimpinan Pemerintah dalam menegaskan kewajiban Freepot. Hal ini di sampaikan dalam aksi organisasi mahasiwa LMND (Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi) Kaltim di simpang Lembus, jalan M.Yamin, Selasa (10/9/17).

“Hanya lubang besar bekas lahan pertambangan, kerusakan Ekologi, Kemiskinan, PHK Buruh, Kematian dan hanya sedikit pajak yang diberikan kepada Pemerintah Indonesia.” Ujar Asman saat melakukan orasi.

Mempertahankan PT. Freeport harus dengan menegakkan Pasal 33 UUD 1945. Karena menurutnya sudah banyak kemudahan yang di berikan pemerintah kita untuk mulusnya eksplorasi di tanah nusantara ini. “Hal tersebut harus menjadi perhatian nasional pemerintah kita, ketika ingin memperkuat Pancasila, membuat PT.Freeport patuh terhadap Republik Indonesia adalah bagiannya.” Tegas Asman Selaku Sekertaris Wilayah LMND Kaltim.

Berbagai macam manufer politik yang dilakukan Freeport agar tetap mempertahankan status quo terhadap penguasaan bumi Papua. “Menyusun dan mempermainkan regulasi, mengintervesi kekuatan politik dan ekonomi, mengancam PHK, serta menggugat Arbitrase.” Pungkas Asman Mahasiswa Unmul Fakultas Perikanan.

Aksi ini di lakukan secara serentak di 13 provinsi dan 23 Kota Kabupaten. LMND mendesak pemerintah bersikap tegas untuk mengakhiri struktur ekonomi kolonial Freeport serta pentingkan kedaulatan Nasional dan akhiri perlakuan khusus kepada Freeport serta perusahaan asing yang menjarah Republik.

Setelah di rasa cukup melakukan orasi di simpang lembus, organisasi mahasiswa LMND yang memiliki warna merah sebagai dasar panji benderanya, lanjut melakukan aksi di depan kantor Rektorat Unmul. Mereka mengindikasi pihak kampus melakukan kecurangan terhadap jalan nya UKT di Unmul.

beritainspirasi.info

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*