LMND Makassar Desak Pemerintah Turunkan Harga Kebutuhan Pokok

LMND.or.id,Makassar- Anggota organisasi Liga Mahasiswa Nasional untuk demokrasi menggelar aksi demonstrasi yang berlangsun  di gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pada hari rabu(24/1/2018).

sebelum menuju kantor DPRD Provinsi, massa aksi terlebih dahulu aksi di bawah jembatan flyofer jl. urip Sumoharjo sebagai bentuk protes atas kenaikan harga kebutuhan pokok. Dalam orasinya ketua LMND makassar La ode Arifin menegaskan bahwa kebijakan pemerintah dalam menaikan harga kebutuhan pokok ditengah-tengah daya beli masyarakat menurun merupakan kebijakan yang anti terhadap rakyat.

” Pemerintah seharusnya mampu menjaga stabilitas harga dan tidak selalu membebani rakyat kalangan menengah kebawah. Kenaikan harga beberapa kebutuhan dasar udah mencekik leher masyarakat. Mulai dari kenaikan harga beras, Listrik, Gas LPG, Biaya pendidikan, Kesehatan, dan sebagian bahan pokok lainnya. Pemerintah seharusnya sudah menghentikan kebijakan pencabutan subsidi bagi rakyat, jangan selalu memelihara kebijakan neoliberalisme yang menganggap bahwa subsidi bagi rakyat selalu membebani APBN. Pencabutan subsidi terhadap BBM, Listrik, LPG semakin menegasikan kehadiran dan tanggung jawab negara dalam memenuhi kebutuhan dasar bagi rakyatnya.

“Selain kebijakan pencabutan subsidi, pemerintah selalu membuat negara ini jauh dari cita-cita ekonomi yang berdikari. Dimana kebijakan pemerintah dalam mengimpor beras 500 ribu ton kenegara tetangga Vietnam dan Thailand sama saja membunuh nasib para petani dan membuat negara ini selalu bergantung terhadap negara asing dan membuat negara tidak mandiri. Mengimpor beras disela-selabulan panen raya para petani dan surplus beras bulog masih tersedia merupakan sebuah kebijakan yang merugikan petani dan bertentangan dengan TRISAKTI serta NAWACITA.

“Kebijakan ini hanya menguntungkan para mafia beras dan menghancurkan kedaulatan bangsa. pemerintah kongkalingkong dengan para mafia pangan yang bermain dibelakang kebijakan impor ini. Pemerintah harus memperbaiki rantai pasokan dan distribusi yang banyak dikuasai mafia serta memperbaiki tata niaga pangan agar tidak pro pasar.

setelah berorasi dibawah flyofer massa aksi bergerak ke kantor DPRD provinsi dan mendesak anggota legislatif menggunakan kewenangannya untuk menurunkan harga kebutuhan dasar rakyat. sempat terjadi ketegangan massa aksi dan petugas pengamanan, lantaran tak ada satupun yang menemui massa aksi. Tak lama kemudian, salah satu pimpinan DPRD provinsi menemui massa aksi dan menyatakan sikap menolak impor beras.

Sebelum membubarkan diri wakil kordinator aksi Ishak saputra membacakan tuntutan aksi antara lain Turunkan harga Kebutuhan dasar rakyat, Bangun industri nasional berlandaskan pada pasal 33 UUD 1945, Tolak kebijakan impor (Beras, gula,garam), Kembali kecita-cita Trisakti dan Nawacita.

Rencananya, sebagai kelanjutan dari aksi ini, LMND bersama organisasi yang bernaung di bawah Posko Menangkan Pancasila kota Makassar akan menggelar Parade Menangkan Pancasila pada 29 Januari mendatang.

“Kami akan menggelar Parade untuk menuntut turunkan harga kebutuhan pokok pada 29 Januari ini,” demikian diumumkan oleh wakil koordinator aksi, Ishak Saputra Ismail, sesaat sebelum massa aksi meninggalkan kantor DPRD Sulsel.

Bung Pram

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*