LMND: Mungkinkah Membentuk Kabinet Trisakti?

VIVIN_SRI_WAHYUNI1JAKARTA- Beberapa kalangan meragukan kemampuan Presiden Jokowi dalam membentuk sebuah kabinet yang berwajah Trisakti yang bisa menjalankan garis politik yang diwarisi dari Soekarno, pendiri Republik Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Vivin Sri Wahyuni kepada Bergelora.com di Jakarta, Selasa (21/10).

“Besar harapan dari rakyat  bahwa Pemerintahan baru Jokowi-Jusuf Kalla akan membawa Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian yang berlandaskan gotong royong sebagaimana filosofi bangsa Indonesia. Tapi apa bisa?” ujarnya.

Menurutnya, LMND  berharap pemerintahan baru ini benar-benar memperjuangkan cita-cita tersebut  dengan menyusun kabinet dan kebijakan-kebijakannya yang berwajahkan Trisakti.

“Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla juga harus mampu mewujudkan amanat UUD 1945 untuk mewujudkan masyarakat indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur dengan menginterpretasikan Pasal 33 UUD 1945 secara konsekuen.

LMND menganggap bahwa bangsa Indonesia sampai saat ini belum menikmati kekayaan yang dimilikinya  karena kolonialisme dan imperialisme.

“Begitu pun dalam sektor pendidikan,  tugas pemerintah ke depan adalah merubah Sistem Pendidikan Nasional menjadi Pendidikan yang berperspektif Trisakti dengan orientasi ilmiah, pro rakyat, nasionalis,” ujarnya.

Tidak Ilmiah

Sejak zaman orde baru hingga saat ini menurutnya pendidikan nasional  sangat berorientasi pada kepentingan pasar dan produksi tenaga kerja murah bagi korporasi asing.

“Pendidikan kita dikuasai oleh watak sisa-sisa feodal sehingga sehingga tidak bisa ilmiah dan anti-rakyat. Biaya kuliah tinggi dan mahasiswa jadi barang cetakan,” tegasnya.

Menurutnya, pendidikan adalah unsur penting dalam membangun bangsa untuk  menjadi Bangsa yang maju dan besar, sumber daya manusia maju dan berkualitas yang berkarakter kebangsaan menjadi prasyarat bangsa yang maju.

“Untuk itu, tanggung jawab kita bersama untuk mengawal dan memastikan pemerintahan baru benar-benar memperjuangkan cita-cita Trisakti. Kunci dari perjuangan mewujudkan cita-cita ini ada ditangan massa rakyat, rakyat harus terlibat aktif dalam mengawal dan memastikan pemerintahan baru mewujudkan apa yang sudah dijanjikan,” tegasnya.

Agar hal tersebut bisa terjadi, menurutnya, rakyat harus mempunyai kesadaran untuk mengorganisasikan diri dalam ruang-ruang perjuangan sembari mengasah kesadaran politiknya guna mengawal kebijakan-kebijakan dari pemerintahan baru ini.

“Hanya ditangan mahasiswa perubahan mendasar bisa dilakukan. Kalau Cuma membebek, hedonis dan disorientasi lebih baik jangan kuliah. Karena percuma nanti bakal jadi alat menindas rakyat juga,” ujarnya. (Tiara Hidup)

 

Sumber: Bergelora.com, 21 Oktober 2014

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*