LMND Sulawesi Tenggara Desak Pemerintah Tolak Impor Beras dan Turunkan Harga Kebutuhan Pokok

LMND.or.id,Kendari- Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Sulawesi Tenggara menggelar aksi demonstrasi terkait kebijakan pemerintah dalam kenaikan harga kebutuhan pokok rakyat,Rabu(24/1/2018).

Dalam orasinya ketua LMND Sultra, Ali Wardanah mengatakan, Kebijakan impor beras sebanyak 500 ribu ton kepada negara  Vietnam dan Thailand memunculkan situasi paradoks dimana akhir bulan januari sampai maret para petani akan sampai pada masa panen serta ketersediaan beras dibulog  untuk beberapa bulan kedepan masih bisa mencukupi kebutuhan rakyat. Kebijakan importir ini kontradiktif dengan semangat swasembada pangan serta merugikan para petani yang memasuki masa panen dimana beras impor ini akan membanjiri pasar-pasar di Indonesia sehingga harga jual gabah petani akan turun.

“Disatu sisi harga beras dan kebutuhan pokok lainnya sekarang mengalami peningkatan ketika daya beli rakyat menurun sebagai bentuk kebijakan pro pasar dan menguntungkan para tengkulak. Kenaikan harga kebutuhan pokok ini disebabkan oleh haluan ekonomi  neoliberal yang bertentangan dengan slogan Trisakti dan Nawacita  Jokowi – JK. Selama Tiga Tahun memimpin Bangsa Indonesia pemerintahan ini sudah menerapkan berbagai macam kebijakan ekonomi liberal seperti pencabutan subsidi (BBM, Listrik, Gas LPJ), Kebijakan impor (daging, beras, kedelai), pemaksaan pemungutan Pajak yang tidak berkeadilan yang menyebabkan Rakyat semakin tertindas.

“Pencabutan Subsidi BBM terjadi diawal Pemerintahan Jokowi-JK dimana harga premium disesuaikan dengan harga minyak dunia dengan dalih membebani APBN. Selain BBM Pemerintah juga mencabut subsidi listrik dimana masyarkat pelanggan listrik golongan 900 (VA) yang harus merogoh kantong lebih disebabkan kenaikan seiring pencabutan subsidi listrik yang berlaku bertahap serta pencabutan subsidi gas LPJ 3 kilogram akan disamakan harganya dengan 12 kilogram akan semakin membuat rakyat menengah kebawah sengsara. Kebijakan pencabutan subsidi Rakyat bertentangan dengan cita-cita Nawacita. Kebijakan ekonomi ini justru menguntungkan kalangan pemodal serta merugikan rakyat kecil yang menyebabkan jurang ketimpangan sosial semakin melebar antara yang kaya dan yang miskin.

Selain itu kordinator lapangan, Amal mengatakan bahwa selain impor beras pemerintah juga akan mengimpor gula dan garam. kebijakan impor ini akan menguntungkan para kartel yang selama ini menguasai pasokan dan distribusi. Pemerintah harus mengembalikan tata niaga pangan yang bersandar pada kepentingan nasional bukan pada kepentingan pasar yang hanya dikuasai oleh para kartel dan negara tidak boleh dikendalikan oleh kepentingan modal mereka.

” Aksi hari ini sebagai pra kondisi menuju aksi serentak seluruh Indonesia dalam parade menangkan pancasila,ujarnya.

Ada beberapa tuntutan LMND yakni Turunkan harga kebutuhan pokok, Hentikan kebijakan ekonomi pro pasar, Bangun industri nasional berlandaskan pada pasal 33 UUD 1945.

Editor : Bung Pram

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*