Menggelar Aksi LMND Buol Menyerukan Ganti Haluan Ekonomi Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah dan Demokratis

Massa aksi LMND bergerak dari titik kumpul menuju titik aksi

LMND,or.id;  Sumpah pemuda merupakan salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerkan kemerdekaan Indonesia. dgn melihat Situasi pada Zaman Kolonialisme (Penjajah) Seluruh elemen rakyat indonesia dibawah Kungkungan Tentara penjajah maka ikrar sumpah pemuda dianggap Kristalisasi semangat untuk menegaskan cita cita berdirinya negara indonesia (Merdeka). Peristiwa sejarah Sumpah pemuda suatu pengakuan dari pemuda-pemudi yg mengikrarkan Satu Tanah Air, Satu Bangsa, satu Bahasa Pada Tanggal 28 Oktober 1928 di kongres pemuda Indonesia ke II.

Maka dari itu, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kab. Buol, melakukan aksi peringatan Sumpah Pemuda. Massa  aksi melakukan Long march ke kantor DPRD kab. Buol.

Dalam orasinya Ricky Karwur menyatakan bahwa Seiring dengan perkembangan situasi ekonomi politik di Indonesia dan Selama 90 tahun , sejak sumpah pemuda diikrarkan mengalami kemunduran semangat dan cita-cita. pendidikan salah satu sektor industry tersier, produknya berupa jasa pendidikan yang diperjual belikan dengan demikian pendidikan telah resmi menjadi komoditi ekonomi dan ditempatkan dibawa rezim pasar bebas.

Kabupaten Buol sejak berpisah dari kabupaten toli-toli sampai hari ini pemuda-pemudi belum mendapatkan pembangunan fasilitas jenjang perguruan tinggi (Universitas dalam daerah) sebagai wadah pemuda dalam pengembangan dan pemberdayaan ilmu pengetahuan guna untuk menopang kemajuan daerah.

Selain itu Ricky menyikapi Mengenai dikeluarkan pergub No. 10 tahun 2017 tentang satuan pungutan biaya SMA, SMK, dan Sekolah luar biasa, sehingga mengakibatkan banyak siswa siswi putus sekolah karena tidak mampu membayar iuran pendidikan yang ditentukan oleh provinsi dan pihak sekolah. Hal Ini sangat bertentangan dengan Amanat Pembukaan UUD 1945 “Melindungi Segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia,Memajukan Kesejahteraan Umum,Mencerdaskan Kehidupan Bangsa,Dan Ikut Melaksanakan Ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,Perdamaian abadi,dan Keadilan sosial tegasnya.

Adapun tuntutan massa aksi dalam demonstrasi ini antara lain:

1.  Dalam Momentum politik 2019 menyerukan kepada para kandidat agar memiliki visi Mengganti Haluan Ekonomi yang liberal-Kapitalistik menjadi haluan ekonomi berlandaskan pada pasal 33 UUD 1945

2. Wujudkan pendidikan Gratis, Ilmiah, dan demokratis.
3. Menangkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

4. Mendesak Pemda Kabupaten Buol untuk segera mencabutan pergub No. 10 tahun 2017.
5. Mmembangun Universitas dalam daerah.

Diakhir aksinya massa aksi diterima oleh perwakilan anggota DPRD Kab. Buol dan menerima aspirasi yang disampaikan.

Setelah keluar dari dalam ruangan DPRD massa aksi lewat Kordinator lapangannya membacakan pernyataan sikap dan membubarkan diri.

Mansyur Lewa

Editor : Bung Pram

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*