Menuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok, Posko Menangkan Pancasila Gelar Aksi Turun Kejalan

LMND.or.id,Maluku Utara- Aksi Parade Menangkan Pancasila yang di lakukan oleh Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi EW-LMND Maluku Utara ,KPW-PRD –DPD API Kartini Kota Ternate  Kamis,(18/1/2018).Pelaksanaan rute aksi dimulai di Kampus Universitas Muhamadiyah Maluku Utara  (UMMU) untuk mengkonsolidasikan masa aksi kemudiaan selanjutnya menuju Kantor Walikota Ternate-RRI Cabang Ternate –Pasar Higenis dan PLN Persero Kota Ternate. Aksi ini mengatasnamakan Posko Menangkan pancasila sekaligus pra kondisi menuju Parade Nasional menangkan pancasila yang akan dilaksanakan serentak seluruh Indonesia untuk merespon kenaikan harga kebutuhan Dasar, ujar Kordinator aksi Bung Samsudin Koimakie.

Dalam orasinya, Samsudin Koimakie menegaskan bahwa Persoalan kebutuhan pokok yang melonjak naik ini merupakan kebijakan pemerintahan pusat yang tidak mampu mengendalikan harga kebutuhan pokok. Soal pangan adalah soal hidup matinya suatu bangsa. Jika pemerintah masih tetap mengandalkan kebijakan importir yang menghancurkan kemandirian ekonomi bangsa dan mematikan hasil produksi petani maka selamanya bangsa ini tidak akan pernah merasakan kemandiriannya. Pemerintah harus menghentikan kebijakan importir ini mulai dari beras, gula, garam, daging, kedelai, susu demi masa depan petani Indonesia. Swasembada pangan bukan hanya sebatas jargon tetapi harus mampu diwujudkan dalam penerapan kebijakan konkrit dari pemerintah. Negara tidak boleh tunduk pada kelompok minoritas kartel yang mengendalikan harga, distribusi dan pasar. Negara harus hadir dalam memberikan perlindungan terhadap para petani Indonesia, tegasnya.

Selain itu samsudin juga mengkritik pemerintahan Provinsi  Maluku Utara dan Pemerintah Kota ternate agar tidak  membuka pasar bebas atau ekonomi liberal sehingga banyak tenaga kerja asing berdatang dan memadati lapangan pekerjaan serta memarjinalkan masyarakat local artinya pemerintahan Nasional hingga Daerah masih berpihak kepada neo-liberalisme

Dampak dari naiknya kebutuhan pokok masyarakat di kota ternate juga sangat dirasakan bagi masyarakat yang mengunjungi pasar harga beras ikan. Kenaikan harga kebutuhan pokok tidak mengimbangi hasil produksi petani misalnya harga kopra dan cengke ,pala coklat menurun tajam harga kopra dari 800 per kg menjadi 700/kg. Ketidakstabilan  harga juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Kebijkan pemerintahan Kota Ternate dan Pemprov Maluku Utara gagal dalam merealisasikan nilai-nilai Pancasila melalui Jalan Trisakti untuk mensejahterakan rakyat Indonesia pada khususnya Masyarakat Maluku Utara, sehingga banyak ketimpangan dan kesenjangan masih terjadi.

Sebelum membubarkan diri massa aksipun membacakan pernyataan sikap dengan tuntutan antara lain : PLN Cabang Ternate Stop Pemadaman Listrik, Tolak Impor Beras, Naikan Harga Komoditi petani, stop penggusuran lahan ,hentikan diskriminasi perempuan dan hentikan privatisasi air bersih di kota ternate

Setelah itu massa aksi menyanyikkan lagu Darah juang dan membubarkan diri.

Editor : Bung Pram

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*