Peringati Sumpah Pemuda, Aliansi Cipayung Plus Yogyakarta Gelar Dialog Publik

Foto bersama Narasumber dan pimpinan Aliansi Cipayung Plus Yogyakarta

LMND.or.id- Peringati hari Sumpah Pemuda, Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Daerah Istimewa Yogyakarta gelar Diskusi Publik yang bertempat di Omah PMII Minggu (4/11/2018). Aliansi ini diikuti oleh berbagai organisasi kemahasiswaan. Mereka adalah PMKRI, PMII, GMKI, GMNI, LMND dan KMHDI dengan mengangkat tema ” Mahasiswa Bergerak Tuntaskan Kemiskinan dan Ketimpangan”.

Acara ini diselenggarakan karena mahasiswa mulai resah dengan kondisi pemuda yang kian lama kian acuh terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi bangsa.

Masuk ke tahun politik semacam ini, pemuda rentan diperlakukan sebagai objek pemenangan calon presiden. Hal ini disampaikan oleh Dewa Putu Adi Wibawa salah satu pembicara dalam diskusi tersebut. “Para kandidat menghias diri agar dapat menarik perhatian dan dukungan pemuda,” jelasnya.

Kondisi pemuda yang semacam ini dirasa telah jauh dari esensi Sumpah Pemuda. Dewa Putu berpendapat bahwa ada upaya dari para calon presiden untuk memandulkan politik mahasiswa, sehingga mahasiswa sekadar menjadi peramai saja di dalam jalannya perpolitikan. “Dalam sejarah bangsa, pemuda menjadi pelaku utama sebuah perubahan. Sekarang oleh para calon hendak dimandulkan menjadi sekadar pemandu sorak pemilihan presiden,” ungkap pengurus Bidang Kepemudaan Posko Menangkan Pancasila cabang DIY ini.

Hal serupa disampaikan oleh Agil pembicara lain dalam diskusi ini. Ia mengatakan jika pemuda di masa lalu memiliki peran besar dalam berlangsungnya perubahan bangsa. Pemuda mampu bersatu dan memiliki musuh bersama yang dihadapi. “Dulu para kaum muda berhasil menggalang persatuan yang berdiri di atas berbagai macam perbedaan. Dengan kesamaan nasib, mereka mampu menciptakan sejarah perubahan bangsa,” tutur Agil anggota DPD KNPI DIY tersebut.

Diskusi ini melihat adanya permasalahan-permasalahan yang perlu menjadi perhatian bagi warga masyarakat terkhusus kaum muda. Permasalahan kemiskinan dan ketimpangan menjadi permasalahan yang serius, sehingga membutuhkan adanya penyelesaian. “Ketimpangan dan kemiskinan membuat warga masyarakat mudah terjebak pada wacana sektarianisme dan isu SARA,” terang Dewa Putu.

Permasalahan ini mengemuka diakibatkan oleh dominasi nageri-negeri imperium dan haluan ekonomi neoliberal yang dianut Indonesia. Hal tersebutlah yang dianggap sebagai masalah untuk segers diselesaikan oleh kaum muda saat ini. “Solusi dari masalah itu ya dengan memenangkan nilai-nilai Pancasila dan mengganti haluan ekonomi neoliberal menjadi haluan ekonomi kerakyatan sesuai pasal 33 UUD 1945,” pungkas Dewa.

Agil menandaskan, jika organisasi pemuda harus bisa berubah dan berkembang mengikuti perkembangan teknologi. Memanfaatkan media-media popular di kalangan muda pada umumnya untuk melakukan penyadaran. “Organisasi pemuda harus bisa bertransformasi menjadi organisasi yang mampu mengikuti perkembangan dan perubahan zaman,” tandasnya.

Eko Widodo

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*