Peringati Sumpah Pemuda, Aliansi GEMPAR Gorontalo Gelar Parlemen Jalanan

Foto massa aksi aliansi GEMPAR

LMND.or.id- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPAR) yang terdiri dari LMND, organisasi paguyuban KPMIPM melakukan demonstrasi dalam memperingati hari Sumpah Pemuda di Bundaran Hulondhalo inda, dan Depan Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Kota Gorontalo(29/10/2018).

Massa aksi ini mengangkat tiga isu sentral antara lain: Ganti haluan ekonomi, Tolak pembungkaman didalam kampus serta Wujudkan Pendidikan Gratis Ilmiah dan demokratis ujar Fatimatuzzahra selaku Kordinator Aksi.

Pemerintahan Jokowi – JK dengan gagasan Trisaktinya tidak bisa mengeluarkan bangsa Indonesia dari cengkraman kapitalisme. Haluan ekonomi bangsa hari ini masih berhaluan ekonomi kapitalis-liberalistik. Ini bisa dilihat dari beberapa kebijakan pemerintah seperti kebijakan Impor, pembangunan infrastruktur, Kenaikan harga kebutuhan pokok, Pengelolaan Sumber Daya Alam, BPJS kesehatan, Kenaikan biaya pendidikan serta penanganan konflik agraria. pemerintah kita belum bisa berkutik dalam melawan ekspansi kapital multinasional yang menguasai mayoritas  aset strategis. Seharusnya pemerintah dengan konsep Trisakti dan Nawacitanya bisa mengubah haluan ekonomi dari liberal-Kapitalistik ke haluan ekonomi yang berlandaskan pada pasal 33 UUD 1945 tegas Fatimatuzzahra.

Selain itu Fatimatuzzahra juga menyoroti sistem pendidikan nasional yang hari ini sudah tidak relevan seiring dengan perkembangan teknologi dan sains dalam menyongsong revolusi Industri 4.0. Sistem pendidikan kita hanya bisa melahirkan sarjana-sarjana yang akan menjadi pelayan bagi kepentingan para kapitalis. Hari ini kehidupan kampus semakin dijauhkan dari ruang-ruang intelektual, Ilmiah bahkan semakih tak demokratis. Beberapa Minggu belakangan ini ada sekitar 62 mahasiswa UNG diskorsing lantaran menyelenggarakan kaderisasi diluar kampus. ini menandakan bahwa rezim pemerintah sekarang tidak menghendaki mahasiswa kritis yang dibina lewat proses kaderisasi. Apa yang dilakukan birokrasi kampus kepada 62 mahasiswa yang diskorsing sebagai simbol pembungkaman demokrasi tuturnya.

Disatu sisi tegas Ayu, biaya pendidikan sekarang semakin tahun semakin meningkat dan semakin susah diakses oleh seluruh rakyat Indonesia, padahal bangsa dan negara ini didirikan oleh para pejuang republik salah satu tujuannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. pendidikan adalah hak bagi seluruh rakyat Indonesia dan pemerintah memiliki kewajiban untuk menjamin pelayanan pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun hari ini dunia pendidikan kita hanya bisa diakses oleh kalangan-kalangan menengah. Dilai sisi kebijakan pemerintah dalam menghadirkan lembaga pendidikan dari luar serta tenaga pengajar asing menandakan bangsa ini masih ketinggalan jauh dan susah bersaing dengan negara-negara di Asia Tenggara yang pendidikan maju.

Dalam aksi demonstrasi ini diwarnai dengan pembakaran ban bekas oleh massa aksi lantaran muak dengan kehidupan bangsa hari ini serta hampir bergesekan dengan aparat keamanan.

Diakhir aksinya massa aksi membacakan pernyataan sikapnya yang diiringi dengan pekikan lagu-lagu perjuangan.

Setelah membacakan pernyataan sikapnya massa aksipun membubarkan diri dengan rapi.

Kontributor : Ayub

Editor : Bung Pram

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*