Suarakan Kembali kepada Pancasila dan UUD 1945, GEMPITA Gelar Aksi Demonstrasi

Massa aksi memblokade jalan

LMND.or.id, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam front Gerakan Mahasiswa Pembela Tanah Air (GEMPITA) melakukan aksi demonstrasi dengan berjalan kaki dari cabang Talabiu sampai depan kampus Taman Siswa Kabupaten Bima dengan isu utama “Menangkan Pancasila dan Kembali ke UUD 1945 ,senin (25/3/2018).

Dalam orasinya Pipit Aryanto sekaligus kordinator aksi menyampaikan bahwa bangsa Indonesia sejak merdeka sampai sekarang belum merasakan sepenuhnya keadilan dan kesejahteraan sosial. Banyak persoalan yang dihadapin oleh bangsa ini, mulai dari persoalan ekonomi, politik, sosial, pendidikan, kekerasan pada perempuan, konflik agraria.

Penyebab persoalan ini sampai hari ini belum terselesaikan karena landasan ekonomi kita sejak orde baru sampai sekarang meninggalkan landasan ekonomi pasal 33 UUD 1945 serta mengadopsi ekonomi kapitalisme yang menyebabkan kesenjangan sosial terus menerus semakin melebar serta penguasaan aset bangsa hanya dikuasai oleh segelintir orang. Haluan ekonomi kapitalisme dalam wujud neoliberalisme telah gagal sepenuhnya dalam meningkatkan taraf hidup kesejahteraan rakyat. Tak ada kata lain selain meninggalkan haluan ekonomi yang menindas dan kembali ke haluan ekonomi yang berlandaskan pada pancasila dan UUD 1945.

Selain itu pipit menambahkan bahwa dalam peningkatan sumber daya manusia maka pemerintah harus fokus memperbaiki sektor pendidikan. pendidikan tidak boleh lagi hanya dinikmatin oleh segelintir kelompok yang memiliki keuangan saja tetapi pendidikan adalah hak bagi seluruh rakyat Indonesia. Pendidikan tidak bisa dijadikan lahan akumulasi kapital tetapi pendidikan harus diarahkan sepenuhnya pada cita-cita mencerdaskan bangsa dan bisa diakses oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Pembenahan sektor pendidikan harus dimulai dari pembenahan kurikulum pendidikan yang tidak mengedepankan kompetisi, akses pendidikan, Biaya pendidikan, kualitas tenaga pendidik, infrastruktur, laboratorium. Pendidikan harus diarahkan pada cita-cita memanusiakan manusia dan berpihak pada kepentingan nasional.

Selain isu ekonomi dan pendidikan, pemerintah dan DPR-RI didesak untuk segera mensahkan RUU tentang penghapusan Kekerasan Seksual pada perempuan.

Massa aksi sempatĀ  memblokade jalan dan menahan mobil tangki pertamina sebagai bentuk protes mereka terhadap pemerintah hari ini.

Di akhir aksinya massa aksi membacakan pernyataan sikap dengan beberapa tuntutan antara lain :

1.Ganti haluan ekonomi
2.Wujudkan pendidikan gratis,ilmiah dan Demokratis
3.Sahkan RUU tentang penghapusan kekerasan seksual,
4.Wujudkan Ruang demokratis,setara dan bebas dari kekerasan
5.Masifkan pengkawalan terhadap harga panen petani
6.Hentikan penjualan secara paket pupuk subsidi dan non subsidi
7.tetapkan standarisasi harga pestisida
8.wujudkan pembangunan infrastruktur yang merata di kabupaten bima

Setelah membacakan pernyataan sikapnya,massa aksipun membubarkan diri dengan damai.

Bung Pram

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*