Peringati Sumpah Pemuda, LMND Mataram Gelar aksi Demonstrasi

Massa Aksi LMND Mataram bergerak dari titik kumpul menuju titik aksi.

LMND.or.id- Memperingatai 90 tahun sumpah pemuda LMND Mataram menggelar aksi di Kantor DPRD NTB dan kantor Gubernur.

Aksi ini mengangkat grand isu Ganti Haluan Ekonomi Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah dan Demokratis sebagai gagasan politik organisasi kata Hamdu Ilahi selaku Kordinator lapangan (29/10/2018).

Dalam orasinya Hamdu mengatakan bahwa situasi ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia hari berada pada zona tidak normal dimana terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar dan kenaikan harga kebutuhan pokok serta kebijakan impor yang membunuh perlahan para petani. Kebijakan dibidang ekonomi dinilai sangat berwatak liberl-kapitalistik serta jauh dari  cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Haluan ekonomi kapitalistik ini sama sekali tidak akan mewujudkan keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia melainkan ketimpangan ekonomi. Bayangkan 1% orang Indonesia menguasai kurang lebih 50% lahan produksi. Ketimpangan ini akan terus melebar jika pemerintah tidak kembali pada haluan ekonomi yang berlandaskan pada pasal 33 UUD 1945 untuk menguatkan fundamentalisme ekonomi bangsa tegasnya.

Selain kebijakan ekonomi Hamdu juga menyampaikan bahwa dalam momentum sumpah pemuda hari ini, kondisi dunia pendidikan kita sangat mengkhawatirkan. Penyebabnya sistem pendidikan hari ini berorientasi pada profit. ini tidak lepas dari kebijakan atau perjanjian WTO yang menyebabkan sektor pendidikan kita dijadikan sebagai lahan bisnis bagi korporat. makanya tidak jarang di lembaga pendidikan tidak hanya fokus mendidik peserta didik tetapi mulai melebarkan sayap di sektor properti,jasa atas nama Universitas bahkan didalam kampus banyak ditemukan tempat-tempat penjualan perusahaan ternama tuturnya.

Disamping itu Hamdu juga mengkritisi beberapa kebijakan terbaru dalam dunia pendidikan seperti menghadirkan lembaga pendidikan dan tenaga pelajar dari luar serta kebijakan kredit (student loan) dalam mengantisipasi kenaikan biaya pendidikan. Hal ini tidak akan bisa menjawab persoalan pendidikan.

Setibanya di kantor DPRD NTB massa aksi langsung geruduk masuk dan meminta agar perwakilan anggota DPRD menemui massa aksi dan menerima aspirasi mereka, Namun lantaran masa reses massa aksi hanya bertemu dengan HUMAS DPRD.

Dari kantor DPRD massa aksi bergerak menuju Kantor Gubernur NTB. Sama halnya di Kantor DPRD, massa aksi hanya ditemuin HUMAS Gubernur dan meminta mereka agar kembali pada hari Jumat pagi  lantaran Gubernur masih menghadiri acara pertemuan BEM Nusantara di Mataram

Diakhir  aksi, korlap menyampaikan beberapa tuntutan mereka antara lain :

  1. Ganti haluan ekonomi liberal-kapitalistik ke haluan ekonomi berlandaskan pada pasal 33 UUD 1945
  2. Wujudkan pendidikan gratis, Ilmiah dan Demokratis
  3. Perjelas penjualan saham 6% PT. AMNT (Aman mineral Nusa tenggara) yang dulunya biasa di kenal PT. NewMount
  4. Perjelas kasus kehilangan Dr. Mawardi selaku direktur umum RSUP NTB.

    Setelah membacakan Pernyataan sikapnya, massa aksipun membubarkan diri.

    Editor : Bung Pram

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*