LMND Bosowa Minta Kenaikan Iuran BPJS dibatalkan

Puluhan massa yang tergabung dalam Eksekutif Komisariat-Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (Ekom-LMND) Universitas Bosowa Makassar menggelar aksi penolakan terhadap terbitnya Peraturan Presiden No. 19 Tahun 2016, Kamis (31/03) siang tadi. PP tersebut berisi tentang kenaikan iuran BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Mandiri yang akan berlaku pada 1 April mendatang.

awalnya, massa berkumpul di depan Kampus Bosowa. Dengan melakukan Long March sambil menggelar aksi teatrikal, mereka akhirnya berhenti di bawah jembatan layang Makassar.

koordinator aksi, Mohamad Sadik Wajo menyatakan bahwa saat ini sistem Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sangat diskriminatif. “BPJS sangat menyengsarakan rakyat.”

Menurut Sadik, dengan menaikkan iuran pemegang kartu BPJS PBI dan Mandiri merupakan bukti bahwa lembaga tersebut memang layak untuk dibubarkan.

Alasan BPJS dan Pemerintah menaikkan iuran adalah karena dana klaim dari pihak rumah sakit lebih besar daripada iuran yang disetor oleh peserta BPJS, bagi Sadik, sangat tidak masuk akal. Pasalnya, pelayanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit sejatinya tidak memadai.

“Maka dari itu, sudah sepantasnya BPJS dibubarkan,” pungkas mahasiswa yang juga merupakan Ketua Ekom-LMND UNIBOS tersebut.

Untuk diketahui, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016, kenaikan iuran bulanan BPJS Kesehatan berlaku bagi peserta mandiri atau pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan penerima bantuan iuran (PBI). Untuk kelas I, yang awalnya Rp 59.500, menjadi Rp 80 ribu per bulan. Untuk kelas II, yang semula Rp 42.500, menjadi Rp 51 ribu. Untuk kelas III, yang semula Rp 25.500, menjadi Rp 30 ribu per bulan. Untuk PBI, besarannya naik dari Rp 19.225 menjadi Rp 23 ribu per bulan.

Abdul Gafur

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*