Press Rilis Aksi Serentak LMND 10 oktober 2017 “Ganyang Freeport Sebagai Simbol Neokolonialisme.”

“Ganyang Freeport Sebagai Simbol Neokolonialisme.”

Kepada Yth,
Rekan – rekan media dan wartawan diseluruh Indonesia untuk melakukan peliputan aksi serentak.

Aksi serentak ini secara Nasional merupakan sebuah tekanan politik lewat gerakan kepada pihak perusahaan-perusahaan asing terkhusus PT.Freeport Indonesia yang selama ini terus menerus melakukan manufer politik dengan mendikte pemerintah lewat kekuatan kompradornya dengan tujuan memuluskan kepentingan akumulasi kapitalnya dalam menjarah kekayaan alam bumi Papua.

Sejak 1967 saat berkuasanya pemerintahan orde baru, kekayaan sumber Daya alam bangsa kita mulai dijadikan sebagai produk politik balas budi Soeharto kepada negara-negara imperialis yang telah membantunya melanggeng dikekuasaan. PT. freeport mulai melakukan kegiatan eksplorasi penambangannya sampai hari ini dengan berbagai kemudahan yang diberikan oleh republik.

Selama 50 tahun PT Freeport ada dibumi Indonesia sumbangsih apa yangtelah diberikan buat republik dan masyarakat papua?!? Tidak lain hanya lubang besar bekas lahan pertambangan, kerusakan Ekologi, Kemiskinan, PHK Buruh, Kematian dan hanya sedikit pajak yang diberikan kepada pemerintah. Berbagai macam manufer politik yang dilakukan freeport agar tetap mempertahankan status quo terhadap penguasaan bumi Papua mulai dari menyusun & mempermainkan Regulasi, mengintervensi kekuatan politik & Ekonomi, mengancam PHK,menggugat ke Arbitrase, tidak melakukan kewajibannya dalam membangun smelter,Menolak divestasi 51% bahkan pemerintah yang mewakili negara dibuatnya tunduk dan patuh terhadapnya.

Oleh karena itu Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND) menginstruksikan secara Nasional untuk melaksanakan aksi serentak dengan seruan ” Ganyang Freeport sebagai Simbol Neokolonialisme”.

Aksi ini akan dilaksanakan di 13 Provinsi dan 23 kabupaten kota untuk mendesak freeport tunduk dan mau melakukan divestasi saham 51%. Kalau freeport menolak maka sebaiknya angkat Kaki dari Republik Indonesia.
Dari aksi ini LMND secara Nasional menyerukan sikap sebagai berikut:

1. Mendesak pemerintah agar tegas bersikap untuk mengakhiri struktur ekonomi kolonial PT Freeport serta mendorong pembangunan smelter secepatnya untuk pengolahan dan pemurnian agar tidak lagi terjadi ekspor kosentrat

2. Pentingkan Kedaulatan Nasional dan akhiri perlakuan khusus kepada PT. Freeport dan perusahan-perusahan asing yang menjarah republik.

3. Prinsip pengelolaan kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia harus mengabdi pada demokrasi ekonomi sesuai dengan pasal 33 UUD 1945

4. Mendesak kementrian keuangan, BUMN dan ESDM agar lebih mementingkan kepentingan Nasional dan menghentikan manufer politik freeport.

5. Mendesak Jokowi – JK agar menjalankan Trisakti dan Nawacita secara konsekuen dalam segala sektor.

6.Jika PT Freeport menolak tunduk pada kedaulatan pemerintah maka silahkan angkat kaki dari republik.

 

Terima kasih
Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi

Indrayani Abd.Razak (Ketua umum)
Muh. Asrul (Sekjend)

 

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*