Aksi LMND Kabupaten Bima Menuntut Pembubaran BPJS

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Eksekutif Kabupaten Bima melakukan unjuk rasa di depan kampus STKIP Taman Siswa Bima (25/11).

Masa aksi menuntut pembubaran BPJS yang selama ini hanya membuat defisit. Menyusul penolakan dan pencabutan Perpres nomor 75 tahun 2019 yang secara spesifik ialah kenaikan iuran BPJS kesehatan. Tidak hanya itu, sebelum pembubaran yang diharapkan, BPJS juga harus dievaluasi dan diaudit keuangannya.

Untuk mewujudkan sistem jaminan sosial nasional khususnya jaminan kesehatan, LMND Bima juga mengusung solusi program yang bernama Jaminan Kesehatan Rakyat Semesta atau JAMKESRATA karena dinilai bahwa BPJS telah gagal.

Taufik, korlap aksi, menjelaskan bahwa problem yang dihadapi bangsa ini adalah kemiskinan dan kebodohan.

 “Ketimpangan ekonomi memperparah keterpurukan bangsa ini. Rakyat mengalami kesusahan dan negara menyulitkan rakyatnya untuk mengakses fasilitas publik. Misalnya kesehatan dan pendidikan” ujarnya.

Senada dengan itu, Firmansyah selaku Humas aksi menambahkan “fasilitas dan layanan kesehatan dan pendidikan merupakan hak warga negara. Sedangkan pemerintah wajib menjamin itu”.

Ia juga menjelaskan bahwa perlu bangun industrialisasi nasional sebagai langkah kemandirian ekonomi bangsa.

“adanya pembangunan industri nasional untuk menopang sektor pertanian yang menjadi salah satu tulang punggyng perekonomian bangsa adalah keharusan” tegasnya.

Aksi ini juga sekaligus memperkenalkan 70 anggota baru LMND Bima yang baru selesai mengikuti pendidikan dasar organisasi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.