LMND.Or.id– Ketua Eksekuitif Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Palembang Amir Iskandar ditangkap aparat kepolisian saat hendak melakukan aksi penolakan UU Cipta Kerja yang dinilai sangat merugikan rakyat, di Palembang, Senin (12/10/2020).

Kejadian bermula saat Amir Iskandar bersama mahasiswa yang lain akan melakukan aksi di simpang lima DPRD Sumatera Selatan. Ketika massa akan bergerak, sejumlah akses jalan menuju titik aksi ditutup aparat kepolisian.

Karena aparat kepolisian menutup akses jalan menuju titik aksi di simpang lima DPRD Sumsel, Amir bersama massa yang lain melakukan konsolidasi di Universitas Tridinanti Palembang untuk membicarakan jalur yang akan ditempuh menuju titik aksi. Tidak jauh dari tempat konsolidasi, mereka melihat aparat kepolisian dari Polsek Ilir Timur I dan Polrestabes Palembang melakukan sweeping terhadap para pelajar yang tergabung dalam massa aksi.

Melihat hal itu, Amir mendekati aparat kepolisian hendak mempertanyakan maksud aparat melakukan sweeping terhadap para pelajar. Atas tindakannya itu, Amir kemudian ditangkap dan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Ketua Amir mendatangi aparat hendak mempertanyakan maksud dan penyebab anak-anak itu di sweeping, tapi dia kemudian ditangkap,” tutur Sakroni Departemen Pengembangan Organisasi LMND Palembang.

Menyikapi tindakan sewenang-wenang dan kriminalisasi terhadap anggota LMND, secara organisasional LMND mendesak kepada kepolisian Palembang untuk segera membebaskan Amir Iskandar dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Ketua Umum LMND Muhammad Asrul mengutuk keras aparat yang bertindak semena-mena terhadap masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya. Ia mengatakan bahwa aparat kepolisian seharusnya menjadi pelindung dan pengayom bagi masyarakat. Menyampaikan pendapat ditempat umum adalah bagian dari semangat demokrasi dan dijamin oleh konstitusi.

Muhammad Asrul menegaskan bahwa tindakan represifitas dan penangkapan kepada mahasiswa yang berjuang demi masa depan bangsa tidak akan melunturkan semangat perjuangan tetapi justru akan semakin memperkuat solidaritas dan perlawanan rakyat untuk menolak UU Cipta Kerja.

“Tindakan represifitas dan penangkapan terhadap mahasiswa tidak akan melunturkan semangat perjuangan tapi justru akan menguatkan solidaritas dan perlawanan rakyat terhadap UU Cipta Kerja,” tegas Asrul.

Selain itu, Muhammad Asrul mengingatkan aparat kepolisian agar tidak menggunakan pasal abal-abal dalam menangkap dan mengkriminalisasi para aktivis dan rakyat yang berjuang untuk bangsanya.

“Jangan gunakan pasal abal-abal untuk menangkap dan kriminalisasi rakyat dan aktivis,” kata Asrul.

Ia juga mengultimatum jika Amir tidak di bebaskan secepatnya maka LMND akan mempersiapkan perlawanan rakyat yang jauh lebih besar. Kemudian, Asrul mendesak Kapolda Sumatera Selatan agar segera mencopot Kapolrestabes Palembang.

Penulis : F. Jos
Editor : Samsudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*