Ketua Umum LMND Muhammad Asrul

LMND.or.id– Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Muhammad Asrul menilai keputusan pemerintah dan DPR mengesahkan UU Omnibus Law Cipta Kerja adalah penghianatan terhadap aspirasi politik rakyat yang selama ini menolak pembahasan dan muatan dari UU ini.

Ia mengatakan bahwa pemerintah telah mengedepankan kepentingan investasi secara ugal-ugalan dan mengabaikan kepentingan rakyat, khususnya kepentingan buruh, mahasiswa dan pengusaha nasional. Menurutnya, RUU Cipta Kerja masih mendapat penolakan sebab didalamnya mengandung muatan yang bertentangan terhadap Pancasila dan UUD 1945.

“RUU Cipta Kerja mengandung isi yang menyalahi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Pemerintah lebih perhatian kepada modal dan pengusaha ketimbang rakyatnya sendiri,” ungkap Asrul di sampaikan lewat what’s up, Rabu (07/10/2020).

Lebih lanjut, Muhammad Asrul menerangkan bahwa dalam situasi sulit yang dihadapi bangsa ini seharusnya pemerintah dan DPR fokus untuk menyelamatkan rakyat dengan mengatasi pandemi Covid – 19 bukannya diam-diam mengesahkan UU bermasalah yang ditentang oleh rakyat.

“Situasi wabah saat ini pemerintah harusnya konsen untuk selamatkan rakyat, bukan sembunyi-sembunyi dan diam-diam sahkan Omnibus Law,” kata Asrul.

Muhammad Asrul menegaskan bahwa LMND secara organisasional menolak secara keseluruhan UU Omnibus Law Cipta Kerja. Asrul juga menginstruksikan kepada kawan-kawan LMND seluruh Indonesia mengkonsolidasikan gerakan untuk menolak UU Omnibus Law melalui parlemen jalanan.

Selain itu, Muhammad Asrul mendorong front persatuan nasional sebagai penguatan gerakan terhadap penolakan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Penulis : F. Jos
Editor : Samsudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*