Foto Goldy Herdiansyah Sekretaris LMND DKI Jakarta

LMND.or.id_ Secara nasional rata-rata penyebaran Covid-19 saat ini mencapai angka 3000-an/hari. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Sabtu (14/9/2020), total akumulasi positif di Indonesia menembus angka 222 ribu kasus dengan penambahan 3.636 kasus. Sementara jumlah pasien sembuh 158 ribu orang dan yang meninggal dunia sebanyak 8.842 orang meningkat 73 orang per hari ini.

Data Kementerian Kesehatan untuk DKI Jakarta, Sabtu (14/9/2020) terdapat 54.220 kasus, sementara yang sembuh 40.751 orang dan yang meninggal dunia 1.391 orang.

Bersamaan dengan tingginya angka penyebaran Covid-19 di Indonesia dan khususnya di DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan menyatakan akan melakukan PSBB total di Ibukota. Ada beberapa alasan mendasar yang menyertai keputusan itu, antara :

  1. Pemakaman harian dengan protap COVID-19 meningkat.

Anies mengungkapkan, data pemakaman dengan protokol COVID-19 terus meningkat, tertinggi di awal September 2020. Banyak kasus probable COVID-19 meninggal dengan pemakaman protokol COVID-19. Kasus probable merupakan kasus suspek dengan ISPA berat/ARDS (sindrom pernapasan akut) meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19, namun belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

  1. Tempat tidur isolasi DKI terancam penuh

Peningkatan angka positif di DKI menyebabkan kapasitas tempat tidur isolasi terancam penuh. Eskalasi pasien positif terus meningkat akan jadi ancaman bagi rumah sakit. Anis Baswedan mengatakan hanya butuh 10 hari kedepan tempat tidur isolasi akan terisi penuh.

  1. Kapasitas tempat tidur ICU hanya cukup untuk 1 minggu

Anis memprediksi pada 15 September mendatang, tempat tidur ICU akan terisi penuh yaitu sebanyak 528 tempat tidur. Sedangkan pasien yang membutuhkan tempat tidur ICU di prediksi mencapai 600-an pasien. Pasien COVID-19 yang membutuhkan tempat tidur ICU kemungkinan tidak akan tertampung.

Pada sisi lain, para menteri kabinet Jokowi menyikapi pernyataan Anis Baswedan dengan melontarkan kritikan pedas. Mereka menilai keputusan Anis yang secara mendadak akan memberikan tekanan pada sektor ekonomi.

Mengutip pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bahwa dengan penerapan PSBB total akan mempengaruhi kinerja industri manufaktur di Indonesia. Industri manufaktur yang sudah menggeliat akan kembali mendapatkan tekanan. Dan kondisi ini akan sangat mengkhawatirkan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Bola panas saling menyalahkan antara pusat dan daerah tidak akan menjadikan situasi menjadi baik. Penyelesaian Covid-19 akan semakin sulit untuk dikendalikan. Seharusnya dalam keadaan yang semacam ini sinergitas antara pusat dan daerah sangat dibutuhkan demi keselamatan rakyat Indonesia.

Padahal, kalau mencermati isi pidato Presiden Joko widodo saat sidang tahunan pada 14 agustus 2020 di gedung DPR-RI/MPR, bahwa keselamatan rakyat merupakan asas tertinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Hal ini semakin penting ketika kita dihadapkan dengan Pandemi Covid-19. Oleh karena itu, berbagai upaya dan kebijakan negara untuk menyelamatkan rakyat haruslah mendapatkan dukungan dari semua pihak.

Namum disisi lain, rakyat juga menuntut konsistensi dan wujud nyata kinerja pemerintah dalam kondisi Pandemi saat ini demi keselamatan rakyat. Kinerja yang optimal dalam bertindak sigap, cepat, dan terukur dalam menjalankan berbagai program untuk melindungi rakyat, membantu rakyat, dan memulihkan kehidupan sosial rakyat Indonesia.

Dari kritikan para Mentri Presiden Jokowi atas keputusan DKI menerapkan PSBB menimbulkan pertanyaan publik tentang konsistensi dan komitmen pemerintah pusat dalam melindungi nyawa rakyat Jakarta. Sikap pemerintah pusat dalam hal ini terhadap persoalaan pandemik lebih mementingkan persoalan ekonomi daripada keselamatan rakyat.

Silang pendapat antara Gubernur Anis Baswedan dan jajaran Mentri Presiden soal PSBB total di DKI Jakarta haruslah dihentikan. Sebab tidak akan memberikan kontribusi untuk menekan angka penyebaran dan kematian akibat Covid-19.

Berdasarkan situasi diatas, maka Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi DKI Jakarta (EW-LMND-DKI Jakarta) menyerukan:

  1. Bangun persatuan nasional. Hentikan silang pendapat antara pemerintah pusat dan daerah dalam hal menangani covid-19 demi keselamatan rakyat.
  2. Mendukung kebijakan PSBB total Anies Baswedan untuk menghentikan laju penyebaran covid-19 di DKI Jakarta dengan melakukan pembatasan mobilitas orang, memasifkan sosialisasi penerapan protokol kesehatan dan melakukan testing massal
  3. Mendorong Pak Gubernur Anis Baswedan untuk tetap memperhatikan kebutuhan dan pendapatan ekonomi rakyat DKI Jakarta disaat pemberlakuan PSBB Total

Penulis : Samsudin

Editor : Samsudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*