Sejumlah mahasiswa, yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Halmahera Selatan. Memperingati Haritani Nasional pada tanggal 25 september 2017. Titik kumpul masa aksi LMND dimulai di Tugu Ikan pada pukul 08.00 Wit. Dalam peringati Hari Tani Nasional (LMND) Halmahera Selatan menegaskan pada pemerintah daerah untuk menuntaskan konflik agraria yang terjadi di kabupaten Halmahera Selatan terutama perusaan kelapa sawit yang ada di Kepulauwan Gane.

Menurut kordinator kampanye Posko Nasional Menagkan Pancasila (Sardi A. Hongi) menegaskan kepada dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Selatan agar menghentikan perusaahaan kelapa sawit milik asing PT. Korindo yang asalnya dari dari Jepang yang mengelolah lahan warga seluas 11.003,09 Ha tanpa ada ganti rugi dari pihak perusahaan. Selain itu Sardi A. Hongi juga menambahkan kasus Agraria yang ada di Gane Barat dan Gane Timur oleh PT. Korindo sudah sangat bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 33 Bumi, Air, Udara dan sumberdaya alam lainya di kuasai oleh negara dan di peruntukan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Serta telah menyalahi UU No. 5 Tahun 1960 Tentang UUPA.

Kemudian masa aksi melanjutkan ke pasar pada pukul 12.00 Wit dengan membagi bagi selebaran kepada masyarakat di pasar Ikan Tembal. Pada pukul 13.00 masa aksi menutup aksinya dengan menegaskan pada masyarakat agar pada tanggal 5 Oktober hadiri deklarasi Posko Nasional Menangkan Pancasila bertempat di persimpangan tiga pasar Labuha.

 

mediasindoraya.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*