Selain disibukkan dengan aktivitas akademik, mahasiswa harus tetap berorganisasi, terutama organisasi yang bersinggungan langsung dengan persoalan rakyat. Sehingga dapat memahami segala macam persoalan yang dihadapi rakyat dewasa ini. “Mahasiswa mempunyai hutang masa produktif dengan rakyat, maka dari itu, mahasiswa tidak dapat dipisahkan dan harus dekat dengan rakyat,” ungkap Ketua Eksekutif Wilayah-Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) D.I Yogyakarta, Ardy Shihab saat membuka pendidikan dasar, Sabtu, 10 Oktober 2015.

Dengan diselenggarakannya pendidikan dasar anggota tersebut, menurut dia, merupakan upaya yang dilakukan oleh LMND Yogyakarta untuk menumbuhkan kesadaran bagi mahasiswa tentang pentingnya berorganisasi dan keterlibatannya dalam persoalan yang dihadapi rakyat hari ini.

“Menjadi kewajiban bersama bagi siapapun yang sudah mempunyai kesadaran tersebut untuk senantiasa memperluas penyadarannya dengan selalu terlibat dalam aktivitas-aktivitas organisasi dan memperluas kesadaran yang sudah didapatkan kepada mahasiswa lain yang saat ini belum terlibat.”

Untuk diketahui, kegiatan pendidikan dasar yang berlangsung pada 10-11 Oktober 2015 tersebut bertempat di Ruko Gejayan Square Lantai 2, Jalan Ringroad Utara, Condong Catur, Yogyakarta. Diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari sejumlah kampus seperti Universitas Sarjanawiyata (UST), Institut Pertanian Stiper (INSTIPER), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Global Surya (SSG), Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) AKAKOM, Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UINSUKA).

Jamal Nurma

LMND Bantul Yogyakarta

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*