LMND.or.id- Penyebaran Covid-19 di Indonesia telah menyebar hingga 34 provinsi di tanah air. Artinya wabah ini telah menjangkiti seluruh provinsi di Indonesia. Angka kematian dan terpapar pun setiap hari semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Di tengah situasi yang bergejolak akibat pandemi ini, teriakan rakyat dan para tenaga medis di daerah-daerah, masih lamban direspon oleh pemerintah. Para tenaga medis yang menjadi ujung tombak dalam menghadapi wabah ini, hingga saat sekarang masih kekurangan Alat Perlindungan Diri (APD) yang memadai, dan minimnya alat tes (Raspid test dan PCR) yang tersebar massif di daerah-daerah.

Selain, lambannya dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona, masyarakat Halmahera Selatan dibuat panik oleh kedatangan tenaga kerja asing asal China. Dalam upaya bersama untuk memutus rantai penyebaran dan memberikan ketenangan di masyarakat, pemerintah justru membiarkan tenaga kerja ini datang di Halmahera Selatan. Padahal kalau mengingat asal muasal penyebaran virus ini berawal dari Wuhan, China. Keadaan demikian semakin menambah kekhawatiran dan kepanikan di dalam masyarakat.

Atas kondisi itu, Sekertaris LMND Kota Makassar Muhammad Ikra mendesak kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Selatan untuk segera memulangkan tenaga kerja China di negaranya. Menurut Ikra, ditengah kepanikan masyarakat akibat wabah ini, pemerintah seharusnya mengedepankan kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan tenaga kerja asing.

Pemuda asal Maluku Utara ini, mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten untuk fokus dalam hal penanganan virus Corona. Ia juga menyesalkan pernyataan pemerintah terkait TKA asal China yang mana dikatakan bahwa telah melewati proses karantina diri di kota Manado.

“Rakyat sedang panik-paniknya, mendatangkan TKA asal China, justru memperparah kondisi yang ada. Kita tahu bersama bahwa virus ini berasal dari China,” ungkap Ikra dalam laporan tertulisnya, Kamis (16/04/2020).

Selain itu, Ikra juga sangat menyayangkan kelakuan dari PT. Harita Group yang mendatangkan tenaga kerja asing secara diam-diam. Menurut dia, seharusnya, perusahaan ini membantu menenangkan kekhawatiran masyarakat di tengah pandemi bukan menambah kecemasan.

Dengan demikian, Ikra juga menghimbau kepada Pemerintah Maluku Utara untuk memasifkan pencegahan penyebaran covid-19 dan melengkapi kebutuhan alat perlindungan diri bagi tenaga medis serta masker, hand sanitizer yang langka di masyarakat. Ia beranggapan sudah seharusnya Pemerintah Provinsi Maluku Utara atau Kab Hal-Sel mengusulkan untuk dilakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) guna memutus mata rantai penyebaran covid-19

Selain melakukan PSBB, dia mendorong pemerintah setempat agar menjamin kebutuhan dasar masyarakat terutama masyarakat yang pekerja Informal dan jaring pengaman sosial lainnya bagi masyarakat.

Penulis : Esken

Editot : Esken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*