Foto Ketua Umum LMND Muhammad Asrul

LMND.or.id– Malam ini Sabtu (3/10/2020) DPR dan Pemerintah akan menetapkan Rancangan Undang-undang Cipta Kerja (RUU Cipta Kerja) dan selanjutnya tinggal di ketok saat paripurna nanti.

Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Muhammad Asrul menilai langkah pemerintah dan DPR sangat terburu-buru dalam menetapkan RUU Cipta Kerja. Padahal RUU Cipta Kerja masih mendapat penolakan sebab didalamnya mengandung isi yang akan menambah kesengsaraan rakyat. Asrul mengkritik pembahasan RUU ini yang terkesan kejar target dan tidak memperhatikan hati nurani publik.

“Pemerintah dan DPR telah kehilangan hati nurani, membahas cipta kerja secara sembunyi-sembunyi di hotel, saat hari libur, dan tiba-tiba mau ditetapkan. Ini pelanggaran demokrasi,” Ungkap Asrul dengan tegas.

Selain itu, Muhammad Asrul menerangkan bahwa sejak pembahasan hingga pengesahan RUU Cipta Kerja ini, pemerintah dan DPR tidak memberikan transparansi dan keterbukaan maupun menerima aspirasi publik secara luas.

“Pembahasan Cipta Kerja sangat tertutup, tidak ada keterbukaan apalagi aspirasi publik tidak diakomodir,” terang Asrul.

Menurutnya, jika pemerintah dan DPR mengesahkan RUU Cipta Kerja maka semakin memperjelas keberpihakan pemerintah dan DPR terhadap kepentingan modal atau investasi. Asrul menilai ada perselingkuhan elit politik untuk mengeruk kekayaan alam Indonesia demi keuntungan pribadi dan kelompok.

“Pemerintah dan DPR lebih berpihak kepada modal daripada rakyatnya sendiri. Rakyat sedang susah, berjuang melawan Corona, pemimpinnya justru mengambil momentum dalam kesusahan rakyat,” kata Asrul.

Lebih lanjut, Asrul menjelaskan bahwa pemerintah dan DPR RI telah menggadaikan kekayaan alam bangsa ini terhadap modal asing dan tidak mempedulikan masa depan rakyat Indonesia. Ia mengatakan RUU Omnibus Law mengandung muatan dan isian yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Jika disahkan pemerintah dan DPR harus bertanggung jawab terhadap seluruh rakyat Indonesia,” kata Asrul.

Kemudian, Asrul mendorong kepada seluruh komponen kekuatan rakyat demokratis untuk menyatukan gerakan dan berjuang bersama untuk menghadang menggagalkan RUU Cipta Kerja. Menurutnya, yang bisa dilakukan untuk menggagalkan Omnibus Law saat elit politik satu suara adalah gerakan rakyat.

Ia mengatakan masa depan bangsa sedang dipertaruhkan, kelangsungan sumber daya alam terancam, kemiskinan akan merajalela. Untuk itu, Muhamad Asrul mengatakan bahwa demi rakyat Indonesia adil dan makmur, LMND akan menggalang kekuatan bersama rakyat untuk mengepung gedung DPR RI agar Omnibus Law di gagalkan.

Terakhir, Asrul mengatakan bahwa beberapa hari ini LMND telah mengonsolidasikan gerakan untuk melakukan gerakan serentak menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

“Kita telah konsolidasikan gerakan untuk menggagalkan Omnibus Law, baik kampanye media sosial maupun gerakan ekstra parlemen, tentu dengan protokol kesehatan yang ketat,” tutup Asrul.

Penulis : F. Jos
Editor : Samsudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*