Dalam rangka memperluas organisasi hingga tingkatan sel kampus, Eksekutif Kota-Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Palembang Sumatera Selatan menggelar Pendidikan Dasar (Diksar) Anggota. Agenda yang dimulai pada hari Jum’at (2/10/2015) tersebut berlangsung selama tiga hari, yakni hingga hari Minggu (4/10/2015).

Kegiatan yang bertempat di Jalan Panti Sosial KM 10 Palembang tersebut diikuti oleh sejumlah peserta yang berasal dari beberapa kampus di Palembang, seperti Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang, Universitas Islam Negeri Raden Patah (UIN-RF) Palembang, Universitas TRIDINANTI Palembang, dan Universitas Kader Bangsa (UKB) Palembang.

Kegiatan Diksar anggota merupakan program rutin tiga bulanan yang dilakukan oleh EK-LMND Palembang. Dan dalam Diksar kali ini mengambil tema “Bangun Organisasi, Perluas Struktur, Perdalam Ideologi dengan Menjunjung Tinggi Semangat Persatuan Mahasiswa”.

Ketua EK-LMND Palembang, Zul Apri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa yang tergabung dan mengikuti pendidikan tersebut merupakan langkah maju. “Kawan yang sudah mempunyai keinginan untuk berorganisasi dan ikut dalam pendidikan ini, merupakan kawan-kawan yang sudah satu langkah bahkan dua langkah lebih maju dari kebanyakan mahasiswa lainnya yang belum mempunyai kesadaran untuk beorganisasi” Ujar Zul.

Selanjutnya, tambah Zul Apri, peserta yang saat ini terlibat dalam pendidikan, bersama-sama mempunyai tugas untuk menajamkan gagasan, memperluas kesadaran, serta mengajak mahasiswa lain yang saat ini belum terlibat dalam pendidikan dasar. Sebagaimana tujuan besar LMND, yakni mewujudkan sistem pendidikan yang ilmiah, demokratis, dan dapat diakses oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Sudah semestinya LMND menjadi wadah bagi perjuangan dan media untuk menambah ilmu di luar tugas akademik kampus”. Tambah Zul Apri.

Syaroni, Ketua Pelaksana Diksar tersebut juga menambahkan, bahwa dengan mengikuti kegiatan Diksar tersebut, pihaknya berharap dapat meminimalisir pengaruh budaya individualistik, hedonistik, dan pragmatis yang dialami mahasiswa sekarang. Saat ini, menurut Roni, sudah saatnya kembali pada budaya asli bangsa Indonesia, yakni gotong royong.

Dicky Zumarlian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*