Foto Samsudin saat membaca doa dalam kegiatan Launching pengurus EN-LMND periode 2019 - 2021

LMND.or.id- Hari-hari ini merupakan periode krusial bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi penyebaran Virus Covid-19. Peningkatan penyebaran virus ini, mengalami kenaikan yang sangat signifikan setiap harinya. Para pakar telah memprediksi bahwa kemungkinan virus ini akan mencapai puncaknya akhir Maret atau awal April nanti. Dan, harus ada skenario atau langkah-langkah yang strategis dalam menghentikan penyebaran virus ini, mengingat rumah sakit yang menyediakan ruang isolasi sangat terbatas dan kelengkapan medis yang kurang.

Kordinator Dep. Kajian dan Bacaan Samsudin mengatakan bahwa jika tidak ada penanganan yang serius, tepat dan terukur dari pemerintah maka akan terjadi lompatan korban yang sangat besar. Dia menilai kondisi ini akan memicu terjadinya krisis multisektor. Olehnya itu, dia mendorong kepada pemerintah agar serius dalam menangani dan menghadapi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 tersebut.

Langkah yang ditempuh pemerintah saat ini, kata Samsudin terkesan lamban dan tidak memberikan jaminan maupun kepastian kepada rakyat. Sikap tertutup pemerintah dalam memberikan informasi kepada publik justru menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran. Keputusan social distancing/pembatasan jarak pun antar warga, dinilai tidak efektif justru menghadirkan prasangka-prasangka dan kecurigaan sesama warga. Seharusnya kebijakan social distancing harus disertakan dengan alat deteksi (Raspid) yang baik untuk melakukan pendeteksian kepada warga, agar dapat dipastikan yang telah terpapar dan tidak. Dia beranggapan bahwa yang ada bukanlah empati dan solidaritas kemanusiaan ditengah-tengah wabah namun sikap antipati antar sesama. Hal ini, menurut Samsudin, terjadi karena pemerintah hanya mengeluarkan kebijakan tanpa didukung dengan informasi publik yang akurat tentang virus ini dan alat pendeteksi virus yang tidak ada.

“Social distancing membuat kita sesama warga jadi saling mencurigai dan menghilangkan keakraban. Seharusnya pemerintah menyediakan alat pendeteksi virus sebanyak-banyak dan disebar di seluruh Indonesia. Jadi, bisa di tahu saudara atau kawan yang terpapar. Dan pada posisi itu, kita bisa berempati dan memberikan bantuan dan pertolongan kepada dia, bukan menjauhinya,” kata Samsudin

Samsudin juga menyampaikan duka mendalam dan belasungkawa kepada para pejuang dan pahlawan terdepan wabah ini, kepada para dokter dan perawat yang meninggal akibat Covid-19. Menurutnya, merekalah pahlawan yang berjuang di garis paling depan dalam melindungi rakyat. Dalam kesempatan ini pula, Samsudin mendorong kepada pemerintah untuk segera menyediakan alat perlindungan diri yang aman dan memadai untuk para dokter dan perawat maupun para pejuang Covid-19 ini. Memberikan perintah kepada mereka berperang dan berjuang di garda depan tanpa memberikan perlindungan perlengkapan yang baik dan aman, sama dengan menyuruh mereka untuk bunuh diri. Olehnya itu, dia mengingatkan pemerintah untuk serius dalam memberikan perlindungan kepada mereka.

Selain itu, Samsudin juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk saling bahu-membahu dan saling menguatkan dalam melewati cobaan ini. Terkhusus untuk anggota LMND se Indonesia, dia menyampaikan agar dapat memberikan informasi yang baik dan benar kepada masyarakat di tengah-tengah kepanikan dan kekhawatiran rakyat. Dia mendorong agar anggota LMND berperan dalam memberikan ketenangan di masyarakat dengan menyediakan informasi yang akurat tentang virus ini, bagaimana penyebarannya dan bagaimana memutus penyebarannya.

Samsudin menilai situasi saat ini, kita tidak bisa mempercayakan kepada pemerintah saja dalam melalui wabah ini. Harus ada kerjasama dan kemauan solidaritas bersama antar sesama warga negara agar masa-masa yang sulit ini secepatnya teratasi. Namun, syaratnya adalah harus ada keterbukaan dan keakuratan informasi dari pemerintah, tutup Samsudin

Editor : La Jeri
Penulis : La Jeri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*