Foto Sekretaris Jenderal Reza reinaldi Wael

LMND.or.id- Aksi solidaritas mahasiswa menuntut penyelesaian kasus penembakan dan pelanggaran HAM yang mengakibatkan kematian Randy-Yusuf setahun lalu mendapat tindakan represif dari aparat kepolisian, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (26/09/2020).

Sekretaris Jenderal Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Reza Reinaldi Wael mengatakan bahwa LMND mendukung secara penuh dan terlibat langsung dalam mengawal serta memperjuangkan penegakan hukum seadil-adilnya atas kematian Randy-Yusuf setahun yang lalu.

“Aksi hari ini adalah aksi yang berkesinambungan oleh mahasiswa dan kelompok gerakan dalam mengawal dan menuntut keadilan atas kematian Randi-Yusuf setahun yang lalu,” ungkap Reza yang biasa dipanggil Adhyna.

Adhyna mendesak kepada Kapolri untuk segera menyelesaikan kasus kematian dan pelanggaran HAM serta menghukum seberat-beratnya yang terlibat dalam penembakan itu. Dia juga mendesak kepada Kapolri dan Kapolda Sulawesi Tenggara untuk segera membebaskan para mahasiswa yang di tangkap oleh aparat kepolisian saat aksi hari ini.

“Kapolri harus segera menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di Kendari dan hukum seberat-beratnya semua yang terlibat dalam penembakan itu. Untuk para mahasiswa yang di tangkap dalam aksi hari ini, kami mendesak Kapolri dan Kapolda untuk segera bebaskan mereka,” tegas Adhyna.

Selain itu, Adhyna menilai tindakan aparat kepolisian dalam mengamankan jalannya demonstrasi telah keluar dari ketentuan amanat konstitusi. Ia menyampaikan tindakan represif dari aparat kepolisian dalam membubarkan massa aksi telah menodai semangat demokrasi. Menurutnya di alam demokrasi yang berasaskan Pancasila rakyat berhak menyampaikan aspirasinya dan harus dilindungi oleh pemerintah sebagaimana amanat konstitusi.

Kemudian, Adhyna mendesak Kapolri untuk segera Mencopot KAPOLDA Sulawesi Tenggara karena gagal dalam menyelesaikan dan menuntaskan kasus pelanggaran HAM atas kematian Randy-Yusuf serta tindakan represifitas terhadap mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menuntut keadilan.

Sebagai informasi tambahan bahwa Randi – Yusuf meninggal pada september 2019 lalu, sebagai korban penembakan dan tindakan represif dari oknum aparat kepolisian saat aksi Mahasiswa di Kendari. Protes dari mahasiswa dan kelompok gerakan di Kendari terus menerus digencarkan dan mengawal kasus ini dalam bentuk aksi massa maupun mimbar bebas, agar kasus kematian 2 mahasiswa UHO ini bisa dituntaskan demi penegakan Hukum dan HAM di Indonesia. Namun hingga sampai sekarang kasus ini belum dituntaskan dan terselesaikan, meskipun KAPOLDA Sulawesi Tenggara telah berganti. Hari ini Mahasiswa Kendari dari berbagai kelompok gerakan dan organisasi menggelar Aksi memperingati Tragedi Sedarah atas kematian Randi – Yusuf. Namun aksi tersebut kembali mendapat tindakan represif dari kepolisian dan beberapa orang di tangkap.

Penulis : Samsudin
Editor : Samsudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*