BERITABUANA.COM, JAKARTA – Siapapun presidennya, kalau masih menjalankan pasar liberal, Indonesia tidak akan berubah. Karena sistem yang diterapkan saat ini terlalu mempermudah masuknya asing ke Indonesia.

Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Vivin Sri Wahyuni menegaskan ini dalam diskusi Pra Mukernas dan Milad 70 GPII bertema “Evaluasi 1 Tahun Jokowi-JK Bersama Kaum Pergerakan” yang digelar PP GPII di Kafe Merdesa, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2015).

Menurut Vivin kalau rezim Jokowi ini masih menjalankan pasar liberal Indonesia, diyakini negeri ini tidak akan berubah.

“Jadi siapa pun presidennya, kalau masih menjalankan pasar liberal indonesia tidak akan berubah,” ujarnya.

Kendati demikian LMND memberi solusi atas kondisi Indonesia sekarang ini, yakni harus kembali pada UUD 1945 dan menjalankan Pancasila.

“Tidak bisa pemuda saja yang bergerak, semua harus bersatu,” serunya seraya mengajak seluruh elemen bangsa ini untuk bersatu.

LMND tambah Vivin, berpandangan bahwa flashback setahun lalu, Jokowi-JK berstatement dalam kampanyenya adalah hilangnya kerpibadian dan landasan bangsa.

“Indonesia harus mencari masalah mendasar di Indonesia, yakni ketergantungan pada modal asing, kalau begitu bagaimana menjalankan Trisakti?” pungkasnya.

VIVIN SEMINAR GPII 3 - copy

Diskusi bertema “Evaluasi 1 Tahun Jokowi-JK Bersama Kaum Pergerakan” menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai elemen mahasiswa seperti Munawar Khalil (Ketum PB PII), Beni Pramula (Ketum DPP IMM), Lidya (Ketum PP PEMKRI), Aminullah Siagian (Ketum PP HIMMAH), Nizar (Ketum PP HIMA PERSIS), Vivin Sri Wahyuni (Ketum EN LMND).

Sedang narasumber lainnya adalah Andra Sagalane (Ketum Gemanusa), Dr. Ali Mahsun (Ketum APKLI), Abdul Sutara (Ketum PWMI), Azis (Ketum HMI Cab. Jaksel), DR Chairul Hadi M.A (pakar ekonomi Trisakti), dab Ketua-ketua BEM Sejakarta.

(Makruf)

http://beritabuana.co/view/kanal/?open=1&alias=nasional&id=10265

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*