Foto Sekretaris Jenderal Reza reinaldi Wael

LMND.or.id– Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) akan melakukan aksi serentak di 28 Provinsi di Indonesia untuk menolak UU Cipta Kerja.

Sekertaris Jenderal Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Reza Reynaldi Wael menyampaikan bahwa LMND telah menginstruksikan kepada seluruh kader LMND di Indonesia untuk aksi serentak pada tanggal 15 sampai 17 Oktober 2020 secara berturut-turut. Aksi ini, menurutnya, sebagai kelanjutan aksi-aksi LMND sebelumnya untuk memberikan tekanan politik kepada pemerintah agar lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.

“LMND sudah menginstruksikan kepada kader seluruh Indonesia untuk aksi serentak di 28 provinsi di Indonesia. Kita mengingatkan pemerintah agar berpihak kepada rakyat,” ungkap Adhyna lewat pesan whats up, Rabu (14/10/2020).

Adhyna sapaan akrab Reza Reynaldi Wael juga menerangkan bahwa titik aksi akan dikonsentrasikan pada kantor-kantor pemerintahan di daerah masing-masing. Ini bertujuan untuk mengajak kepada pemerintah daerah agar ikut bersama-sama rakyat menolak UU Cipta Kerja.

“Titik aksi kita konsentrasikan di kantor-kantor pemerintahan, seperti Istana Negara, Kantor Gubernur, Kantor Bupati/Walikota. UU Cipta Kerja sangat merugikan daerah karena kewenangan daerah diambil alih oleh pemerintah pusat,” kata Adhyna.

Selain itu, Adhyna menegaskan bahwa aksi LMND ini adalah aksi damai dan murni karena idealisme dan kesadaran akan masa depan bangsa. Ia juga menyesalkan tindakan represifitas aparat kepolisian dalam mengawal massa aksi.

“Aksi LMND ini adalah aksi damai. Kita menyayangkan sikap arogansi aparat kepolisian saat menghadapi massa aksi,” tutur Adhyna.

Ia mengatakan bahwa Ketua Eksekutif LMND Palembang Amir Iskandar ditangkap aparat kepolisian saat hendak melakukan aksi penolakan UU Cipta Kerja. Dia mendesak aparat kepolisian untuk segera membebaskan Amir Iskandar beserta massa aksi lain yang ditangkap sebab itu adalah pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat dan melanggar hak asasi manusia.

“Banyak massa aksi saat ini ditangkap aparat kepolisian, termasuk Ketua eksekutif LMND Palembang. Kita mendesak aparat untuk segera bebaskan mereka,” tegas Adhyna.

Kemudian, Adhyna mengingatkan aparat kepolisian agar tidak bertindak represif terhadap mahasiswa dan rakyat yang ingin menyampaikan pendapatnya di depan umum. Tindakan represif dan kriminalisasi terhadap rakyat tidak akan melemahkan gerakan namun akan menguatkan semangat solidaritas dan perlawanan rakyat.

Penulis : F. Jos
Editor : Samsudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*