Foto Ketua Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Nusa Tenggara Barat (NTB) Fikrin

LMND.or.id– Situasi penyebaran Covid-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Hari ini (25/09/2020) angka yang terkonfirmasi positif sebanyak 4.823 kasus. Dengan tambahan ini, jumlah kumulatif kasus positif virus Corona di Indonesia mencapai 266. 845 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 196.196 orang dinyatakan sembuh dan 10.218 orang meninggal dunia.

Ditengah situasi Covid-19 yang terus meningkat saat ini, pemerintah menekankan agar pelaksanaan Pilkada Desember 2020 tetap dilaksanakan. Keputusan melanjutkan Pilkada mendapatkan kritikan dari masyarakat sebab akan menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19.

Ketua Wilayah LMND Nusa Tenggara Barat (NTB) Fikrin menilai keputusan pemerintah yang ngotot melanjutkan Pilkada ditengah Pandemi merupakan tindakan tidak berperikemanusiaan. Dia mengatakan bahwa Pilkada hanya akan menambah daftar panjang korban virus Corona.

“Pilkada ditengah Pandemi hanya akan menambah korban yang akan terinfeksi virus Corona. Ini keputusan yang tidak berperikemanusiaan,” kata Fikrin yang disampaikan melalui via WhatsApp, Jumat (25/09/2020).

Lebih lanjut, Fikrin menyampaikan bahwa pesta demokrasi lima tahunan seharusnya menjadi momentum bagi rakyat untuk mencari pemimpin yang baik. Namun dalam kondisi ini, menurutnya, Pilkada hanya dijadikan untuk memenuhi kepentingan kekuasaan segelintir orang.

“Pilkada itu momentum bagi rakyat untuk mencari pemimpin yang baik dan berkualitas. Namun, bisa dilihat saat ini hanya untuk memenuhi kepentingan elit saja,” ungkap Fikrin.

Selain itu, melihat penyebaran virus yang sangat masif, Fikrin mendesak kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi NTB, DPRD provinsi NTB, KPUD, BAWASLU untuk menunda penyelenggaraan Pilkada serentak di 270 daerah di Indonesia termasuk diantara dibeberapa kab/kota di NTB.

“Mendesak Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, DPRD, Bawaslu dan KPUD agar menunda pelaksanaan Pilkada,” tegas Fikrin.

Dia menilai pelaksanaan Pilkada akan memungkinkan munculnya klaster baru Covid-19. Ia juga mendesak pemerintah agar anggaran Pilkada dialokasikan untuk penanganan Covid-19 dan jaminan kehidupan rakyat.

Selanjutnya, dia mengajak semua komponen pemuda, mahasiswa dan seluruh elemen rakyat untuk bergotong royong, berjuang bersama melawan dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

Editor : Samsudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*