LMND.OR.ID, Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi penghasil tambang nikel terbesar di Indonesia. Produksi bijih nikel sultra mencapai angka tertinggi pada tahun 2013 yaitu sebesar 294 juta ton.

Akan tetapi, Anhar, selaku Ketua Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kendari menilai, dengan banyaknya kegiatan eksplorasi sumber daya alam di Sultra, tidak serta merta akan membawa dampak yang baik terhadap lingkungan hidup.

Data BPS Sulawesi Tenggara pada 2018 menunjukkan, kasus pencemaran lingkungan yang di sebabkan oleh pabrik adalah yang tertinggi di Sultra, sebanyak 194 kasus. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh rumah tangga 123 kasus, sedangakan penyebab lainnya sebanyak 94 kasus.

Polemik pencemaran lingkungan akibat adanya aktivitas penambangan adalah kasus yang paling banyak di keluhkan oleh masyarakat di Sultra. Gerakan penolakan kehadiran tambang oleh warga Wawonii Kab. Konawe Kepulauan merupakan ketakutan nyata masyarakat terhadap dampak buruk aktivitas penambangan.

Dugaan polusi udara akibat debu PLTU PT. Obsidian Stainless Steel (OSS) juga merupakan dampak dari tercemarnya lingkungan hidup warga Motui Kab. Konawe Utara.

Berkenaan dengan banyaknya aktvitas penambangan di Sultra yang mencemari lingkungan, Anhar mengingatkan bahaya kerusakan lingkungan hidup. Menurutnya, LMND sebagai organisasi mahasiswa yang progresif dan ekologis, berkewajiban mengingatkan kepada masyarakat bahaya kerusakan lingkungan.

“Tidak hanya berdampak buruk untuk manusia, kerusakan lingkungan hidup juga berdampak buruk terhadap semua makhluk hidup di bumi. Cuaca yang semakin ekstrim akibat perubahan iklim adalah realitas nyata rusaknya lingkungan” tandas Anhar.

Pihaknya juga menerangkan bahwa Teluk Kendari pun mengalami pencemaran lingkungan. Berdasarkan laporan hasil penelitian tahun 2017, penyebab pencemaran Teluk Kendari disebabkan oleh merkuri serta limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Pencemaran Teluk Kendari akan berdampak luas terhadap kerusakan mangrove, tercemarnya biota laut, hingga abrasi Pesisir.

Penulis : Alamsyah
Editor : Alamsyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*