Foto Ketua LMND DKI Jakarta Nasarudin Latupono

LMND.or.id – Beberapa hari belakangan publik diramaikan dengan kabar renovasi ruang kerja Kementerian Pendidikan Kebudayaan  Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang menelan anggaran sebesar 5 Milyar.

Menurut Nasarudin Latupono yang akrab disapa Naslat selaku Ketua wilayah LMND DKI Jakarta mengatakan bahwa angka 5 Milyar  itu merupakan angka fantastis hanya untuk ruang kerja ditengah kesusahan mahasiswa dan anak-anak pelajar dalam mengikuti proses perkuliahaan dan pembelajaran online akibat pandemic covid-19. Menteri gak usah punya ruang kerja yang bertaburan mutiara atau emas, namun minim prestasi dan kurang prihatin serta berpihak  kepada mahasiswa dan pelajar

“ Itu angka yang fantastis hanya untuk renovasi ruang kerja pak Menteri ditengah kesulitan mahasiswa  dan pelajar dalam mengikuti proses perkuliahan dan pembelajaran online. Menteri gak usah punya ruang kerja yang bertaburan mutiara namun minim prestasi dan kurang prihatin kepada mahasiswa dan pelajar ujar Naslat Minggu 12 September 2021

Naslat menambahkan Penggunaan anggaran seharusnya diprioritaskan untuk membantu dan meringankan biaya Pendidikan. Kehadiran pemerintah selama pandemi disektor Pendidikan sangat telat membantu. Misalkan bantuan kuota internet dan peringanan biaya semester. Meskipun ini harus diapresiasi, namun seharusnya pemerintah lebih sigap dan memprioritaskan upaya-upaya  mencerdaskan anak-anak Indonesia dengan menjamin haknya berupa akses Pendidikan seperti akses internet, biaya Pendidikan, tempat tinggal (asrama mahasiswa), Transportasi dll.

“Seharusnya anggaran diprioritaskan untuk membantu mahasiswa dan pelajar. Bantuan yang berupa kuota internet dan subsidi biaya semester patut pula diapresiasi meskipun agak telat. Seharusnya lebih sigap dan cepat dalam upaya-upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjamin hak bagi setiap warga negara dalam memenuhi akses”

Selain itu seharusnya pemerintah mulai Menyusun dan merevisi system pendidikan yang sekarang. Dimana paska pandemi seluruh sektor kehidupan akan cepat beradaptasi dan mengalami transformasi. Penyusunan roadmap pendidikan harus mulai dipersiapkan agar kedepannya bangsa Indonesia bukan hanya menjadi sasaran tenaga kerja asing tetapi harus menjadi negara pemimpin global dengan melahirkan generasi muda yang maju dan berdaya saing tutup Naslat

“Pemerintah sudah waktunya menyusun roadmap Pendidikan dan menyiapkan mahasiswa dan pelajar yang memiliki daya saing global, agar kedepannya Indonesia bisa menjadi negara pemimpin global dan tidak hanya menjadi sasaran tenaga kerja asing”

Penulis : Bung Pram

Editor : Bung Pram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*