Foto Koordinator Kajian Riset, Politik BEM Universitas Indraprasta PGRI, Goldy Herdiyansyah

LMND.or.id– Kampus dapat disebut juga sebagai miniatur sebuah negara. Yang mana di dalamnya memiliki unsur dan struktur seperti halnya dalam sebuah negara, memiliki lembaga Eksekutif , Yudikatif maupun legislatif.

Namun, saat ini organisasi mahasiswa dalam kampus terjadi disorientasi dan ketidakjelasan arah gerak dan tujuannya, khususnya organisasi internal dalam kampus. Hal ini dipengaruhi oleh para pemimpinnya, yang menggerakkan arah dan roda organisasi kearah yang liberal serta jauh dari nilai-nilai kebangsaan.

Kalau kita melihat penerapan nilai-nilai demokrasi dalam lingkup organisasi kemahasiswaan, maka yang nampak adalah praktek demokrasi liberal, yang persis sama diterapkan oleh elit politik negeri ini. Seharusnya organisasi mahasiswa melahirkan satu konsep baru untuk mewujudkan demokrasi yang baik dan berkeadilan. Organisasi mahasiswa selama ini, selalu mengkritisi model pelaksanaan demokrasi yang diperlihatkan oleh para elit, namun pada akhirnya model itu, dipraktekkan juga dalam kehidupan kampus, yang katanya lingkungan intelektual. Misalnya, gontok-gontokan antar individu maupun kelompok, saling jegal, lahirkan friksi-friksi dan perdebatan yang tidak substantif antar kelompok, munculnya egosentris golongan yang pada akhirnya berujung pada lemahnya persatuan.

Kampus dijadikan sebagai tempat pertarungan kekuatan politik antara organisasi atau kelompok. Tidak ada yang merumuskan konsep perjuangan untuk memenuhi hak-hak dasar mahasiswa. Misalnya, konsep untuk menunjang dan menambah kualitas mahasiswa, bentuk advokasi terhadap mahasiswa yang tidak mampu membayar besarnya biaya SPP, maupun persoalan dasar kemahasiswaan yang lainya.

Jangankan bicara perjuangan mengenai pemenuhan hak dasar rakyat, perjuangan untuk memenuhi hak sesama mahasiswa sendiri tak pernah dibahas. Jangankan bicara penyadaran untuk massa rakyat, ruang-ruang diskusi dan perdebatan mengenai cara penyadaran mahasiswa jarang dilakukan.

Dan, jika situasi semacam ini terus berkembang dan berlanjut, maka dapat dikatakan bahwa generasi kita adalah penerus kepanjangan tangan dari kelompok kontra-produktif dan kontra-revolusioner yang saat ini sedang berkuasa di negeri ini.

Demokrasi liberal yang berkembang dalam lingkungan kampus saat ini, telah mengimplementasikan satu model kepemimpinan yang otoritarianisme. Siapa yang menang, siapa yang unggul, siapa yang berkuasa, akan mudah mendapat akses fasilitas dalam birokrasi kampus. Mereka yang tidak terjaring akan kesulitan untuk mendapat akses tersebut.

Jika merujuk pada AD/ART setiap organisasi kampus, pancasila selalu menjadi rujukan dasar. Namun, pancasila rasanya di ikutsertakan hanya sebagai formalitas, karena penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila tidak tercermin dalam setiap pengambilan keputusan.

Dengan demikian, jika hal ini terus berlangsung, maka fungsi pancasila sebagai ‘light star’ atau bintang arah, yang akan menuntun pada tujuan Indonesia, yakni menuju masyarakat adil dan makmur tidak akan tercapai. Juga, fungsi pancasila sebagai pemersatu, yang seharusnya dijadikan untuk menyatukan semua elemen dalam kampus, tidak terwujud.

Bagaimana membangun persatuan nasional melawan imperialisme, jika nilai-nilai pancasila sebagai pemersatu tidak tumbuh subur dan tidak tercermin dalam kehidupan berbangsa kita. Perlu adanya refleksi kembali tentang nilai-nilai pancasila dan berusaha menghidupkan serta mewujudkan itu dalam lingkungan kampus maupun dalam masyarakat.

Sosio-Demokrasi sebagai anti thesa dari demokrasi liberal tidak mampu berbicara banyak. Hal ini disebabkan oleh organisasi internal kampus, seperti UKM, Himpunan, BEM, BLM maupun organisasi mahasiswa lainnya telah terjangkit praktek demokrasi liberal. Olehnya itu, organisasi internal kampus harus mengevaluasi gerak dan arah tujuannya, karena selama ini belum mampu mewakili suara mahasiswa maupun suara rakyat.

Penulis : Goldy Herdiyansyah H.

Editor : Samsudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*