LMND.or.id- Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Muhammad Asrul menilai tindakan teror dan pengepungan terhadap sekretariat Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) merupakan upaya pembungkaman kebebasan berpendapat kepada masyarakat sipil.

Peristiwa ini dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan kelompok pendukung RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, di Sekretariat KASBI, Jalan Cipinang Kebembem, Jakarta timur, Senin (17/02/2020).

Menurut Asrul, pengepungan terhadap Sekretariat KASBI merupakan tindakan sewenang-wenang dengan tujuan untuk menyebar ketakutan kepada masyarakat yang kritis atas kebijakan pemerintah. KASBI selama ini dianggap sebagai salah satu organisasi serikat buruh yang konsisten dan terus-menerus menolak keinginan pemerintah dalam menyelesaikan ribuan pasal dengan metode Omnibus Law yang dinilai tidak berpihak kepada buruh dan lingkungan.

“KASBI adalah salah satu organisasi buruh yang tegas menolak RUU Omnibus Law, Cipta Lapangan Kerja. Tindakan semacam ini bertujuan untuk menyebar ketakutan bagi mereka yang kritis,” kata Asrul.

Tindakan teror dan pengepungan terhadap KASBI tersebut, merupakan cara-cara yang mirip dengan tindakan yang dilakukan zaman orde baru untuk membungkam kebebasan berpendapat. Olehnya itu, secara tegas Asrul menyampaikan kecamannya kepada pihak-pihak yang terlibat dalam tindakan pengepungan tersebut.

“Tindakan teror semacam ini, mirip dengan cara-cara orde baru untuk membungkam kebebasan berpendapat dan menyebar ketakutan,” ungkap Asrul.

Selain itu, Asrul mendesak kepada aparat kepolisian untuk melindungi setiap warga negara yang kritis terhadap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat sekaligus memberikan keamanan kepada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya . Lebih lanjut, Asrul mendorong aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus pengepungan terhadap Kantor KASBI dan mengungkap para pelaku yang terlibat didalamnya dengan transparan dan seadil-adilnya. Menurutnya, kasus yang menimpa KASBI adalah kelalaian dari aparat kepolisian sebagai langkah preventif untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan terhadap warga negara.

“Kasus ini harus diusut tuntas dan mengungkap para pelaku yang terlibat di dalamnya agar memberikan keadilan kepada masyarakat,” pungkas Asrul.

Dengan demikian, Asrul mengungkapkan bahwa LMND akan bersama-sama dengan KASBI dan gerakan buruh lainnya, akan konsisten menolak kebijakan pemerintah tentang RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang dinilai lebih berpihak kepada para investor daripada kepentingan buruh dan mengabaikan lingkungan.

“LMND akan bersama gerakan buruh untuk menolak RUU Omnibus Law karena kebijakan ini memberikan karpet merah kepada investor dan mengabaikan hak-hak buruh dan lingkungan,” Tutup Asrul.

Penulis : Samsudin
Editor : Samsudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*